Yang Melarang UBN Salah Perhitungan


[PORTAL-ISLAM.ID]  

"Datang ke Garut belanja dodol,
Jangan lupa makan dombrut (domba Garut),
Pemuda Garut bukan generasi dodol,
Lho berani jual gue sambut!"

Pantun yang disampaikan Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) saat mengawali ceramah Tabligh Akbar disambut gemuruh Takbir lautan massa yang memenuhi Lapangan Kerkof Garut, Sabtu, 11 November 2017.

Larangan terhadap UBN yang suratnya beredar ramai di sosmed sebelum digelarnya Tabligh Akbar ternyata SALAH PERHITUNGAN.

Ada trend baru yang membuat kebahagian saya bertambah, sekarang umat Islam berdiri di belakang para Ulama.

Sama persis dengan larangan dan penghadangan saat Aksi Bela Islam 414 212. Larangan itu berbalik menjadi gelombang dahsyat yang tak bisa dibendung.

Terbukti 9 Naga akhirnya jadi 9 Cacing kremi yang tak berdaya di Ibu Kota. Kekuatan uang tanpa batas sehingga mampu membeli dan menghimpun para pendukung (termasuk ormas), tak mampu menahan laju Kekuatan Ummat yang tulus berjuang dengan uang seadanya dari kantong-kantong mereka sendiri.

UBN mengapresiasi seluruh ormas dan pergerakan yang turut hadir dalam Tabligh Akbar 11-11-2017 di Garut. Beliau meyakinkan umat akan kemuliaan niat semua ormas yang benar-benar tulus berjuang menjaga NKRI.

Beliau menegaskan bahwa hari ini matahari bersaksi bahwa kita yang datang ke sini dengan menginginkan umat bersatu maka Allah akan putihkan wajahnya di akhirat kelak. Dan kelak bagi mereka yang menginginkan pecah belah umat maka Allah akan buat wajah mereka hitam.

Beliau sangat meyakini bahwa mayoritas yang datang ke sini (Garut) adalah laskar laskar pejuang Islam. "Saya yakin yang datang ke sini adalah orang orang yang tidak putus asa untuk bersatu. Merekalah yang nanti wajahnya akan putih berseri di akhirat kelak," tutur UBN dari atas panggung.

Tak lupa, UBN selalu mengingatkan dan mengajak seluruh komponen Umat untuk bersatu di bawah panji Tauhid dari manapun organisasinya, tidak ashobiyah dengan kelompoknya.

"Jangan terlalu bangga dengan kelompokmu. Bersatulah! Rangkul seluruh saudara saudari kita! Selama al Quran kita masih sama, Tuhan kita masih sama, dan kiblat kita masih sama, maka kita adalah bersaudara," tegas UBN.

ALLAHU AKBAR!!!