CLEAR YA! Utusan Khusus Presiden: Tak Perlu Ada Aksi Penolakan dan Pengusiran Dai


[PORTAL-ISLAM.ID] Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban, Prof. Dr. KH. Din Syamsuddin menyayangkan adanya sejumlah aksi penolakan terhadap beberapa dai yang akan berceramah. Din menilai, umat Islam perlu kembali memperkuat persatuan dan memahami toleransi.

"Maka, marilah tasamuh (toleransi, tenggang rasa) ini kita pelihara sehingga tak perlu ada aksi-aksi penolakan pengusiran," kata Din usai menghadiri resepsi pernikahan puteri Presiden Joko Widodo, pada Rabu (8/11) malam.

Mantan Ketua Umum MUI ini meminta, seluruh golongan hingga umat beragama di Indonesia dapat duduk bersama jika menemukan adanya perbedaan. Selain itu menurutnya untuk membangun kerukunan perlu dimulai dari internal agama masing-masing.

"Memang yang agak susah di kalangan internal umat Islam. Padahal, kita punya Alquran yang sama kita juga sholat ke kiblat yang sama, namun saya kira ada perbedaan yang saya kira ini harus di musyawarahkan," katanya, seperti dilansir Republika.co.id.

Din Syamsuddin diangkat oleh Presiden Jokowi sebagai utusan khusus presiden untuk dialog dan kerja sama antaragama dan peradaban pada 23 Oktober 2017 di Istana Merdeka, Jakarta.

Alhamdulillah, beliau walau sudah menjadi 'orang Istana' tapi tetap bisa istiqomah teguh membela kebenaran.

Semoga makin banyak Tokoh Umat yang bersuara dan tidak membiarkan terjadinya perpecahan maupun adu domba antar Umat.

__
Foto: Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Mensesneg Pratikno (kiri) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/10/2017), mengangkat Din Syamsuddin sebagai utusan khusus presiden untuk dialog dan kerja sama antaragama dan peradaban.(ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI)