ULTIMATUM Alexis, Fahira Idris: Mau Seribu Kali Ganti Brand, Warga Akan Terus Awasi Alexis!


[PORTAL-ISLAM.ID]  Beredarnya kabar pergantian nama hotel Alexis menjadi 4Play menjadi pembicaraan hangat beberapa hari ini.

Menurut Senator DKI Jakarta Fahira Idris, pada prinsipnya, mau seribu kali ganti brand sekalipun, manajemen Alexis dilarang mengoperasionalkan hotel dan griya pijat (spa) karena izin nya sudah tidak ada lagi. Jikapun 4Play ini adalah sub usaha yang lain (karaoke dan live musik) dan izinnya memang sudah ada, tetap saja warga Jakarta akan mengawasi tindak-tanduk Alexis.

“Jika nanti 4play yang katanya merupakan tempat karaoke dan live musik ada indikasi pelanggaran hukum nasibnya akan sama dengan hotel dan griya pijat yaitu ditutup permanen. Kami warga Jakarta akan awasi tindak tanduk manajemen Alexis dan segera melapor, baik ke Pemprov DKI Jakarta maupun ke kepolisian jika ada indikasi pelanggaran hukum baik di tempat karaoke maupun live musik ini,” ujar Fahira Idris, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 28 November 2017.

Fahira mengungkapkan, peringatan ini bukan hanya untuk Alexis tetapi untuk semua pengusaha hotel, spa, karaoke, club, diskotik dan jenis usaha hiburan malam lainnya di Jakarta. Fahira juga meminta kepada jajaran Pemerintah DKI Jakarta untuk memastikan bahwa 4Play ini bukan kamuflase untuk kembali mengoperasikan aktivitas hotel dan spa mereka. Tidak boleh ada lagi kompromi bagi hotel dan tempat hiburan malam di Jakarta yang melakukan pelanggaran hukum, praktik asusila ataupun yang menjadi tempat transaksi dan memakai narkoba.

“Selama usaha Anda berizin, tidak melakukan pelanggaran hukum terutama narkoba dan asusila, usaha Anda akan baik-baik saja. Tetapi jika melakukan pelanggaran, maka tidak ada ampun, izin usaha anda akan dicabut,” tegas Ketua Komite III DPD RI ini.

Ke depan, sambung Fahira, Jakarta harus menjadi kota beradab dengan menghilangkan segala bentuk kegiatan yang menyimpang dari peraturan daerah. Kota yang tidak kompromis terhadap praktik yang tak sesuai dengan perda terlebih asusila dan narkoba.

“Sebagai ibu kota, kota terbesar, dan pusat segala aktivitas mulai dari ekonomi, politik, dan budaya, Jakarta sudah seharusnya role model kota lain di Indonesia. Jakarta harus bisa menjadi rujukan bagi kota lain dalam penataan dan pembangunannya. Dan saya yakin Anies-Sandi punya komitmen mewujudkan itu,” pungkasnya.