RJ Lino 2 Tahun Tersangka Tapi Tidak Ditahan KPK, Karena Akan Terbongkar Aliran Dana Pilpres 2014?


[PORTAL-ISLAM.ID] KPK begitu gagah menangkap Ketua DPR Setya Novanto yang ditetapkan tersangka untuk kedua kalinya dalam kasus dugaan korupsi E-KTP. Setnov kini meringkuk di rutan KPK. Padahal Setnov menang pra-peradilan saat ditetapkan sebagai tersangka saat pertama kali.

Bandingkan dengan perlakuan KPK terhadap Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino.

RJ Lino telah ditetapkan KPK sebagai tersangka pada 15 Desember 2015.

KPK Tetapkan RJ Lino sebagai Tersangka
http://nasional.kompas.com/read/2015/12/18/19205981/KPK.Tetapkan.RJ.Lino.sebagai.Tersangka

Praktis sudah hampir 2 tahun RJ Lino ditetapkan sebagai tersangka tapi tidak ditangkap apalagi dijebloskan ke rutan KPK.

RJ Lino sampai sekarang bebas se bebas bebasnya karena KPK juga tidak melakukan pencekalan.

Padahal RJ Lino KALAH saat mengajukan Pra-Peradilan.

Publik pun bertanya penuh keheranan, ADA APA DENGAN SEMUA INI? KENAPA HUKUM PILIH KASIH? KENAPA DIBEDA-BEDAKAN PERLAKUAN? DIMANA KESAMAAN DI DEPAN HUKUM?

Apakah benar kecurigaan yang menyatakan kasus RJ Lino kalau diungkap akan membongkar aliran dana Pilpres 2014 lalu?

Seperti yang disampaikan pengamat?

Kasus Pelindo II Bisa Bongkar Aliran Dana di Pilpres 2014, Jokowi-JK Bisa Terseret?
https://suaranasional.com/2015/10/24/kasus-pelindo-ii-bisa-bongkar-aliran-dana-di-pilpres-2014-jokowi-jk-bisa-terseret/

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mendesak KPK terbuka juga membongkar kasus RJ Lino Pelindo II sebagaimana terhadap Setya Novanto EKTP.

"Rakyat Indonesia pasti ingin tahu kasus-kasus ini secara terbuka. Mari kita dorong penyelidikan terbuka. Di Pelindo II dan di E-KTP agar semua jadi terang benderang," kata Fahri Hamzah melalui akun twitternya, Kamis (23/11/2017).

"Agar keadilan menjadi milik semua orang dan segala warga negara bersamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan tercapai secara sempurna," tegasnya.

AYO KPK... KATANYA "BERANI JUJUR HEBAT" -- JANGAN CUMA OMDO

Berikut video Kasus RJ Lino Pelindo II.. Ada apa dengan KPK?

[video]