SANGAT MENYENTUH.. Penuturan Istri Ustadz Felix Siauw atas Pembubaran Pengajian, Semoga Umat Islam Tersadar

(Felix Siauw dan istri)

[PORTAL-ISLAM.ID] Kembali dakwah ustadz Felix Siauw dibubarkan setelah didemo oleh ormas yang mengklaim paling Pancasilais.

Bukan kali saja pengajian yang akan dan sedang diisi ustadz Felix Siauw berujung pembubaran. Sudah beberapa kali, dan oleh ormas yang sama itu itu lagi.

Terbaru (dan sepertinya bukan terakhir) terjadi Sabtu (4/11/2017) kemarin di Masjid Manarul Gempeng, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Ustadz Felix Siauw adalah mualaf. Beliau keturunan Tionghoa yang kemudian mendapat hidayah Islam sewaktu kuliah di IPB.

Setelah dakwah ustad Felix Siauw dibubarkan, istri beliau mengungkapkan kesedihannya di akun instagramnya.

Menurut istri beliau, Ustad Felix selama ini terus berupaya meyakinkan keluarganya yang masih non Muslim mengenai dakwah yang dibawanya... Tetapi malah justru saudara-saudara muslimnya sendiri yang membubarkan.. Dengan cara yang tidak baik pula (ucapan dan cara yang tidak sopan/kotor/kasar).

Sementara ustad Felix sendiri setelah kejadian pembubaran pengajian oleh ormas dan orang-orang yang sama-sama muslim, beliau mengatakan bahwa beliau merasa beruntung karena Muslim yang pertama kali beliau temui bukan yang model seperti itu. Karena kalau tidak maka tidak akan membawanya kepada hidayah Islam.

Beliau bersyukur karena muslim yang beliau temui adalah muslim yang ikhlas, yang meletakkan Allah di atas segalanya... yang menjadi jalan hidayah baginya.

Berikut tulisan lengkap Ummu Alila, istri Ustadz Felix Siauw, yang ditulis Sabtu (4/11/2017) kemarin di akun Instagramnya.. sangat menyentuh dan semoga semua tersadar... yang salah segera bertaubat dan kembali ke jalan yang benar....

"Bukan mu'alaf biasa"

(by @ummualila)

Judul di atas sebenarnya aku tujukan untuk diriku. Bukan untuk menyombongkan diri. Karena bagiku, kau bukan mu'alaf biasa.

Dari awal kau masuk islam sudah mengazzamkan diri, hidupmu telah kau gadaikan untuk agama barumu. Bahkan, kenapa kau pilih aku pun salah satunya untuk mendukungmu dalam azzammu itu.

Aku adalah saksi bagaimana dulu kau mengawali dakwah di ibukota Jakarta. Yah, dakwah sudah mengalir dalam dirimu, ibarat darah yang mengaliri badan.

Aku pun menjadi saksi bagaimana perjuanganmu untuk memahamkan keluarga besarmu tentang pilihan yang telah kau buat ini. Bukan hal mudah, pertentangan, perselisihan, perdebatan sering aku dengar. Namun kau tetap yakin dengan jalan hidupmu.

Yang aku sedihkan, kau berjuang untuk meyakinkan keluargamu tentang apa yang kau dakwahkan.

Kau sampaikan kepada keluargamu yang masih non muslim tentang pentingnya penerapan syariat Islam bagi kaum muslim.

Tapi ditengah-tengah kaum muslim, kajiannya dibubarkan, kajiannya dilarang dan yang melarang justru dari kalanganmu sendiri, saudara seimanmu, bahkan dengan cara yang tidak baik.

After all, dari awal ketika kita mengambil jalan ini, kita sudah tau apa resiko yang akan kita alami. Dakwah tanpa resiko itu mustahil. Dakwah tanpa ujian itu mustahil.[]

*Sumber: https://www.instagram.com/p/BbEqe32Hxxr/?taken-by=ummualila

Bukan mu'alaf biasa Judul di atas sebenarnya aku tujukan untuk diriku. Bukan untuk menyombongkan diri. Karena bagiku, kau bukan mu'alaf biasa Dari awal kau masuk islam sudah mengazzamkan diri, hidupmu telah kau gadaikan untuk agama barumu. Bahkan, kenapa kau pilih aku pun salah satunya untuk mendukungmu dalam azzammu itu Aku adalah saksi bagaimana dulu kau mengawali dakwah di ibukota jakarta. Yah, dakwah sudah mengalir dalam dirimu, ibarat darah yang mengaliri badan Aku pun menjadi saksi bagaimana perjuanganmu untuk memahamkan keluarga besarmu tentang pilihan yang telah kau buat ini. Bukan hal mudah, pertentangan, perselisihan, perdebatan sering aku dengar. Namun kau tetap yakin dengan jalan hidupmu Yang aku sedihkan, kau berjuang untuk meyakinkan keluargamu tentang apa yang kau dakwahkan. Kau sampaikan kepada keluargamu yang masih non muslim tentang pentingnya penerapan syariat Islam bagi kaum muslim. Tapi ditengah2 kaum muslim, kajiannya dibubarkan, kajiannya dilarang dan yang melarang justru dari kalanganmu sendiri, saudara seimanmu, bahkan dengan cara yang tidak baik After all, dari awal ketika kita mengambil jalan ini, kita sudah tau apa resiko yang akan kita alami. Dakwah tanpa resiko itu mustahil. Dakwah tanpa ujian itu mustahil.
A post shared by Ummu Alila, fatih, ghazi n aia (@ummualila) on