Penolakan NU, Eks Stafsus: "Kenapa bangsaku kau rusak menjadi seperti ini? Kami selama ini baik-baik saja"


[PORTAL-ISLAM.ID] Setelah penolakan dan pembubaran pengajian Ustadz Felix Siauw di Bangil Pasuruan Jawa Timur Sabtu (4/11) pekan lalu, kini pengajian Tabligh Akbar di Garut Jawa Barat yang akan diisi Ustadz Bachtiar Nasir (GNPF-Ulama) dan KH Ahmad Shabri Lubis (FPI) yang digelar Sabtu (11/4) besok juga mengalami penolakan dari NU Garut.

Hal ini sontak menimbulkan keprihatinan masyarakat. Karena selama 10 tahun era Presiden SBY hal-hal seperti ini tidak pernah terjadi. Umat Islam baik-baik saja.

"Kenapa bangsaku kau rusak menjadi seperti ini? Kami selama ini baik-baik saja kok," ungkap Muhammad Said Didu‏, mantan Stafsus Menteri ESDM ini melalui akun Twitternya, Senin (6/11/2017).

Pak Said mengomentari berita di Republika "PCNU Garut Tolak Dakwah Bachtiar Nasir dan KH Ahmad Shabri Lubis".

Link: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/11/06/oyzj29396-pcnu-garut-tolak-dakwah-bachtiar-nasir-dan-kh-ahmad-shabri-l

Penolakan PCNU Garut disampaikan dalam surat yang diberikan ke DKM Masjid Agung Garut, tempat diselenggarakannya Tabligh Akbar.

Dari surat yang diberikan ke DKM Masjid Agung pada Ahad (5/11), PCNU Garut beralasan karena tausiyah yang diberikan kedua ulama itu tak menyejukan dan berpotensi melukai perasaan sebagian warga Indonesia.

Kemarin saat menolak pengajian Ustadz Felix Siauw dengan alasan Felix Siauw tidak Pancasilais tidak setia kepada NKRI.

Apa ini sudah melampaui wewenang negara? Kok ormas mau berlaku seperti negara, ngatur-ngatur warga negaranya? Kalau ngatur warga jama'ahnya atau anggotanya atau pengikutnya itu menjadi wewenangnya. Tapi kalau sudah ngatur-ngatur pihak lain? Biarlah itu urusan negara.

Maka tepat kegelisahan yang disampaikan Pak Said di atas "Kenapa bangsaku kau rusak menjadi seperti ini? Kami selama ini baik-baik saja kok."