Pelajaran Politik dari Kertanegara


[PORTAL-ISLAM.ID]  Pertemuan ini, seperti memberi pelajaran kepada para tokoh politik untuk saling menjaga silaturahmi dan melupakan rivalitas politik. Sebagaimana diketahui, AHY yang ikut bertarung dalam Pilkada DKI Februari lalu, dikalahkan oleh pasangan Anies – Sandiaga yang diusung oleh Partai Gerindra besutan Prabowo.

Ada yang menarik dari pertemuan AHY tersebut. Kini namanya tengah ramai disebut akan ikut bertarung dalam Pilpres 2019 yang akan datang. Sementara nama Prabowo adalah Calon Presiden 2014 yang disebut akan kembali mengadu peruntungan di Pilpres 2019.

Pertemuan yang berlangsung di kediaman Prabowo itu berlangsung selama satu setengah jam dalam suasana santai. Duo Sekjend Partai Demokrat Rachland Nasidik dan Andi Arief, serta pengurus Demokrat, Rico Rustambi dan Muhammad Husni Thamrin dikabarkan ikut hadir dalam pertemuan itu.

AHY dan Prabowo disebutkan berbicara banyak hal terkait situasi politik tekini. Keduanya juga saling mendoakan satu sama lainnya.

Politik, sejatinya memang tentang rivalitas dan persaingan merebut hati rakyat. Politik tidak tentang perburuan kekuasaan semata. Politik juga adalah silaturahmi dan menjaga kebersamaan. Kalah dan memang dalam sebuah rivalitas politik bukanlah titik untuk memutus silaturahmi. Hal itulah yang seperti ditunjukkan oleh AHY.

Kalah di Pilkada oleh calon yang diusung Partai Gerindra, AHY tidak menyimpan dendam dihati. Ia mengakui kekalahan, dan lebih dari itu, Ia mengucapkan selamat kepada pemenang.

Saya mencatat, Selepas dari kontestasi pilkada yang hiruk pikuk, AHY melesat sendiri melepaskan diri dari lingkaran pesta politik pilkada DKI. Ia mendirikan The Yudhoyono Institute, sebuah lembaga Think Thank yang serius mengkaji isu isu politik, keamanan dan sosial.

AHY pada saat itu menemui semua tokoh politik baik dari semua kalangan dan lingkaran politik. Ia menemui Presiden Jokowi, Presiden Habibie, Guruh Sukarno Putra, Yenni Wahid, bahkan jika saja waktu itu tidak sedang menjalani perawatan, AHY sudah bertemu dengan putri tertua Presiden Soehato, Tutut Soeharto.

AHY seperti menyentakkan kita untuk melupakan rivalitas politik demi sesuatu yag lebih besar bagi masayarakat banyak. Saya mendapatkan informasi AHY tengah berusaha berkomunikasi guna meminta waktu dengan Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarno Putri, Mantan Wakil Presiden Hamzah Haz dan Mantan Ketua MPR Amien Rais. Khusus untuk Megawati, Ia sudah memulai dengan bertemu Puan Maharani saat Perayaan Kemerdekaan di Istana Merdeka Agustus silam.

Kini, mari kita tunggu kejutan apalagi yang akan disajikan oleh anak muda ini. Langkahnya selalu menarik disimak dan dibahas.

Penulis: Rhoma Irama Sutan Nan Bungsu