PEDIH! Sebelum DITOLAK, TERNYATA Salihara Ajukan Proposal Permintaan Dana Bansos 4,9Miliar ke Pemprov DKI di RAPBD 2018!


[PORTAL-ISLAM.ID]  Dicoretnya Komunitas Salihara dari daftar penerima dana hibah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta APBD tahun 2018 ditanggapi positif oleh sebagian besar warganet (Baca: Alhamdulillah, Pemprov DKI Coret Salihara Dari Daftar Penerima Dana Hibah APBD 2018)

Tak banyak yang tahu bahwa Yayasan Utan Kayu/Komunitas Salihara telah mengajukan proposal permintaan bantuan sosial ke Pemprov DKI pada tahun anggaran 2018 ini dengan besaran angka pengajuan yang cukup besar, nyaris 5 M.


Menurut situs ehibahbansosdki.jakarta.go.id/penerima-tahun/2018, proposal dengan judul Usaha Pendidikan Kesenian untuk Meningkatkan Daya Kreatif Masyarakat ini dibuat oleh YAYASAN UTAN KAYU/ KOMUNITAS SALIHARA  dengan nominal pengajuan sebesar Rp4.961.750.000

Dicoretnya nama Salihara oleh Pemprov DKI sempat menjadi sorotan publik. Pasalnya, ada beberapa nama penggiat Salihara yang kerap bercuit dengan nada provokatif di media sosial.

Guntur Romli (@GunRomli) yang juga aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) dan kini secara resmi menjadi kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dn istrinya Nong Darol Mahmada @nongandah, misalnya. Mereka secara terang-terangan menunjukkan keberpihakan yang jelas kepada mantan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan secara frontal juga terlihat beberapa kali menyerang Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan tim sukses Anies-Sandi.

Tercatat nama lain, Goenawan Mohamad, seorang tokoh pers nasional yang kerap digelari budayawan. GM, panggilan akrabnya, disebut juga terlibat aktif di balik layar Yayasan Utan Kayu dan Komunitas Salihara.

Di ranah media sosial, GM kerap menyindir keras beberapa tokoh yang membela Anies, meski dalam sebuah masa, GM membela Anies ketika dituding korup dalam acara pameran buku di Frankfurt.

Jika tahun-tahun sebelumnya Salihara selalu mendapat kucuran dana, maka tahun ini, Salihara dan Yayasan Utan Kayu harus rela gigit jari karena terdepak dari daftar penerima hibah.

Beberapa warganet meyakini, dicoretnya nama Yayasan Utan Kayu dan Komunitas Salihara akan semakin membuat komunitas ini bersuara lebih keras terhadap Anies-Sandi.

Berikut tanggapan netizen.