Media Soroti Keanehan Kecelakaan SN, Pengamat: Andai Media Mau Soroti Terorisme Akan Banyak Keanehan


[PORTAL-ISLAM.ID] Ketua DPR RI yang berstatus tersangka KPK, Setya Novanto kemarin diberitakan mengalami kecelakaan.

Berita kecelakaan SN sontak ramai baik di media online, media TV, maupun media sosial.

Banyak media yang mengungkapkan adanya keanehan atau kejanggalan dalam kecelakaan Setya Novanto yang sedang diburu KPK ini.

Ini 5 Keanehan yang Ditemukan di Lapangan Terkait Kasus 'Kecelakaan' Mobil Novanto
http://wartakota.tribunnews.com/2017/11/17/ini-5-keanehan-temuan-di-lapangan-terkait-kasus-kecelakaan-mobil-setya-novanto

4 Kejanggalan Kecelakaan Setnov Ini Buat Doli Geleng-geleng Kepala
http://www.tribunnews.com/nasional/2017/11/17/4-kejanggalan-kecelakaan-setnov-ini-buat-doli-geleng-geleng-kepala

Keanehan di Lokasi Kecelakaan Setya Novanto
http://www.viva.co.id/berita/nasional/978581-keanehan-di-lokasi-kecelakaan-setya-novanto

Daftar Kejanggalan Kecelakaan Setya Novanto: Keterangan Saksi dengan Pengacara, Beda Banget!
http://jateng.tribunnews.com/2017/11/17/daftar-kejanggalan-kecelakaan-setya-novanto-keterangan-saksi-dengan-pengacara-beda-banget

Menanggapi "sikap kritis" media dan juga publik di sosial media akan kasus kecelakaan Setya Novanto, seorang pengamat Terorisme dari PP Muhammadiyah Mustofa Nahrawardaya menyatakan andai media juga mau sedetil dan sekritis itu terhadap kasus Terorisme maka akan menemukan banyak keanehan.

"ANDAI semua media mau juga mengkritisi peristiwa terorisme sedetail ini..Saya yakin media akan menemukan banyak keanehan. Sayangnya, gak ada yang mau. 😀," ujar Mustofa Nahrawardaya melalui akun Twitternya, Jumat (17/11/2017), menanggapi berita-berita media seputar keanehan kecelakaan Setnov.

"Saya bangga, lihat temen2 teliti dan detail banget, mengupas kejanggalan berita  kecelakaan Setnov. Mudah2an nanti juga teliti dan detail mengupas kejanggalan berita terorisme," lanjut koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF) ini.

Salah satu contoh "keanehan" yang disorot Mustofa Nahrawardaya adalah kejadian terbakarnya Mapolres Dharmasraya Sumatera Barat beberapa hari lalu yang kemudian oleh Kapolres langsung disebut ulah Teroris karena dua pelaku meneriakkan Takbir.

"HINGGA subuh tadi, saya belum menemukan logikanya, antara anak panah, busur, dan teknis pembakaran Mapolres Dharmasraya oleh teroris. Gedung habis terbakar, bagaimana proses pembakarannya? langsung besar apinya, atau kebakar dari sumber api kecil? Markas dijaga berapa personil?" ujar Mustofa Nahrawardaya.

Ya. Andai media mau sedetil dan sekritis menyoroti kasus-kasus Terorisme (dari bom panci dll) seperti mereka berani kritis dan detil dalam kasus kecelakaan Setnov....