Kyai Nurcholis Mustari, Sesepuh Bangil Yang Tak Diindahkan


[PORTAL-ISLAM.ID] BANGIL - Tak banyak yang tahu sosok pria kelahiran 3 Agustus 1939 yang kini tepat berusia 78 tahun ini. KH. Nurcholis Mustari adalah mantan Wakil Syuri’ah NU, sekaligus Mantan Wakil Ketua MUI Bangil. Kyai Nurcholis memang tergolong ulama yang disegani di daerah itu. Meski sudah udhur, namun semangat dakwahnya tak pernah padam.

Sekitar tahun 2000, Nurcholis mendirikan Aswaja. Pendirian itu dimaksudkan untuk mengawal kemurnian ajaran Islam dari paham sesat.

Sabtu (4/11/2017) kemarin, sosok sesepuh ini datang ke Masjid Manarul Islam Bangil yang sedianya menjadi tempat kajian ustadz Felix Siauw. Dengan tongkat yang menyertainya, beliau berupaya mencoba jalan terbaik. Sedianya beliau pun ingin mendengar kajian ustadz Felix Siauw. Apa daya, ulama sepuh ini juga tak diindahkan. Ustadz Felix Siauw tetap dihadang. Baik oleh aparat maupun massa baju ijo.

Beliau menenangkan Jamaah yang sudah riuh di dalam masjid Manarul Islam Bangil. Suara beliau begitu santun, dan yang berada di dalam pun tetap tenang dan anggun. Setelah itu beliau pergi ke balik panggung, dan entah ke mana. Ketika ustadz Felix Siauw melakukan streaming memberikan klarifikasi terkiat pembubaran pengajian, ternyata setelah itu Kyai Nurcholis menyempatkan datang ke Pesantren Sidogiri, di mana ustadz Felix Siauw tengah berada di sana dalam negosiasi. Sayangnya, keinginan menjadi penengah terhadap kejadian itu tak diindahkan ormas penentang itu.

Apakah kamu terbayang dengan seorang ulama sepuh, dengan tongkat menyertainya sebagai pengiring jalannya?



Namun sayangnya pendapatnya tak kunjung didengarkan. Dan apakah ini akhlaq bagi seorang santri yang hormat pada kyainya?

Biarlah, Allah SWT tunjukkan kebenaran dan kebatilan itu dengan cara-Nya.

Akhukum,

(Zain Rahman)

__
*Sumber: fb