Al-Jazeera: Kesepakatan Gelap Israel dan Rezim As-Sisi Menjadikan Sinai Tempat Pengusiran Warga Palestina


[PORTAL-ISLAM.ID] Pengamat dan ahli permasalahan Israel, Sholih Annaimi dalam wawancara di stasiun TV Al Jazeera mengungkapkan adanya kesepakatan gelap yang dikenal dengan "shafqatil qorn" antara rezim As-Sisi Mesir dengan Israel untuk menjadikan sebagian kawasan Sinai (Mesir) untuk tempat penampungan warga Palestina yang akan diusir dari Al-Quds dan Gaza. Nantinya Al-Quds dikosongkan dan dikuasai penuh Israel.

Ini alasan kenapa warga Sinai saat ini digusur As-Sisi. Terbaru model penggusurannya dengan 'Serangan Teroris' di Masjid Al Raudah Sinai, Jum'at (24/11/2017) pekan lalu yang menewaskan sedikitnya 305 orang saat sholat Jum'at. Dengan alasan memerangi Terorisme maka wilayah Sinai akan dikosongkan. Penduduknya dipaksa pindah.

Berikut kutipan wawancara Al-Jazeera...

Presenter Al-Jazeera: Ide tentang "shafqotil qorni" pada dasarnya bukanlah ide Israel. Beberapa sumber mengatakan bahwa ide tersebut datang dari beberapa negara arab yang ingin membangun hubungan baik dengan Israel. Apakah anda setuju dengan kabar tersebut?

Sholih Annaimi: Saya tidak ingin menganalisa tapi saya ingin menyampaikan informasi yang beredar di Israel bahwa yang pertama mengemukakan ide tentang pendirian negara Palestine di Utara Sinai adalah Abdul Fattah As-Sisi. Ini informasi dari Kementrian Dalam Negeri Israel. As-Sisi menyampaikan ide tersebut ketika menghubungi Benyamin Netanyahu.

Presenter: Anda katakan anda tidak ingin menganalisa tapi ingin menyampaikan informasi.

Sholih Annaimi: Ya.

Presenter: Seperti yang disiarkan media-media Israel bahwa ide "Shofqotil Qorni"  dan menjadikan Sinai sebagai penampungan penduduk Gaza datang dari As-Sisi?

Sholih Annaimi: Ya. Kabar ini sudah beredar di kalangan wartawan politik di pusat penerangan militer Israel dan juga dibahas oleh Netanyahu dengan Trump dalam kunjungannya yang terakhir ke Washington, bahwa ide tersebut awalnya dikemukakan Abdul Fattah As-Sisi.

[Berikut video Al-Jazeera]