"KEANEHAN" Serangan Teroris di Sinai Mesir yang Tewaskan 235 Saat Shalat Jum'at


Oleh: Hasmi Bakhtiar
(Alumni Al-Azhar Mesir, S2 Lille Prancis)

1. Selayaknya kita berduka atas pembantaian yang menimpa saudara kita di kota Arish, Provinsi Sinai, Mesir, Jum'at (24/11/2017). Hingga saat ini setidaknya 235 korban meninggal dan 109 orang luka-luka.

2. Kita doakan semoga mereka yang meninggal Allah masukkan ke dalam golongan syuhada dan yang luka-luka Allah berikan kesembuhan dan kebaikan.

3. Sebagai manusia beradab tentu kita mengutuk tindakan terorisme seperti ini. Apalagi mereka dibantai ketika sedang beribadah, ketika khatib baru saja hendak memulai khutbah jumat.

4. Ketika khatib hendak memulai khutbah, terdengar suara ledakan dan jamaah shalat jumat berlarian keluar masjid. Ketika itu mereka diberondong tembakan oleh sekitar 40 teroris.

5. Tidak sampai di situ, 15 menit setelah penembakan terjadi, datang beberapa Ambulance yang tragisnya justru ikut ditembaki kelompok teroris.

6. Yang aneh, di masjid sebesar itu tidak satupun petugas baik militer atau kepolisian yang berjaga. Bagi yang paham Mesir ini aneh.

7. Arish adalah Ibukota Provinsi Sinai Utara. Kota yang selama ini dikenal sebagai kota "panas" di Mesir.

8. Dikenal "panas" bukan saja karena sering terjadi serangan bersenjata yang sebagian orang meyakini itu dilakukan oleh kelompok teroris Salafy Jihadis, tapi Arish adalah kota pencetus revolusi Januari.

9. Dari kota Arish revolusi Januari 2011 dimulai, yang akhirnya berhasil menumbangkan sang diktator, Husni Mubarak.

10. Kalau kita pernah ke Arish, meninggalkan kota Ismailiyah mulai terasa hawa "panas" yang tadi sy sebut. Mulai dari banyaknya check point sampai tentara bersenjata lengkap yang tersebar di mana-mana.

11. Saat ini pemerintah Mesir melarang aksi demonstrasi yang biasanya dilakukan setelah shalat jumat. Tidak hanya di Arish, di kota-kota lainnya juga disebar intel dari militer dan kepolisian memantau masjid-masjid.

12. Khusus untuk provinsi Sinai, pengamanan dan pengawasan masjid sangat ketat. Selain untuk memantau isi khutbah yang disampaikan khatib juga mencegah kemungkinan adanya aksi demonstrasi.

13. Dalam pembantaian tadi siang, sy heran kenapa tidak ada satupun petugas di lokasi kejadian. Bahkan setengah jam pasca kejadian, petugas juga belum muncul.

14. Pertanyaannya adalah, siapa pelaku pembantaian ini? Hingga saat ini belum ada pihak yang mengaku.

15. Pihak keamanan seperti biasa sangat sigap menunjuk ISIS sebagai pelaku. Dalam pidatonya tadi As-Sisi katakan: kami akan binasakan para teroris itu.

16. Menurut data yang dimiliki Uni Eropa (UE), kekuatan teroris Salafy Jihadis di Sinai sudah sangat lemah. Bahkan mereka diragukan mampu melancarkan serangan apalagi sebrutal tadi siang.

17. Walau utusan UE tidak diberi akses secara resmi masuk Sinai oleh rezim As-Sisi, tapi ada beberapa petugas di lapangan yang memasok data secara rinci termasuk kekuatan para teroris Salafy.

18. Bahkan dari laporan yang masuk, ada kesan para teroris yang kekuatannya ga seberapa ini dibiarkan bahkan dilindungi oleh pihak keamanan.

19. Menurut sy pribadi, bisa jadi pelaku memang dari kelompok teroris yang bersembunyi di Sinai. Hanya mereka tidak sendiri, ada penguasa bersama mereka.

20. Tahun depan Mesir akan menggelar Pilpres. As-Sisi -yang kemungkinan besar akan berhadapan dengan sesama calon dari militer- sedang mempersiapkan diri.

21. Dengan citra As-Sisi seperti saat ini dan harus berhadapan dengan calon dari militer, akan sangat sulit bagi As-Sisi untuk menang.

22. Setidaknya situasi lapangan dan dana harus dipegang As-Sisi. Lewat issue terorisme yang tadi siang ditiup As-Sisi maka dua modal tadi akan mudah didapat.

23. Lewat situasi darurat maka seluruh wilayah Mesir akan mudah dikendalikan As-Sisi, sekaligus dengan menjual issue terorisme maka As-Sisi akan mendapatkan dana segar dari Saudi cs.

24. Sy lihat As-Sisi sedang berusaha mengaitkan pembantaian tadi siang dengan Qatar. Harapannya Saudi cs akan langsung mengucurkan dana.

25. Dan mengapa Sinai? Ini ibarat menyelam sambil minum air.


26. Kesepakatan gelap antara Mesir dengan Israel adalah mengosongkan wilayah Sinai yang nantinya akan dijadikan tempat penampungan warga Gaza yang akan diusir Israel.

27. As-Sisi memakai issue terorisme sebagai alat menakut-nakuti warga Sinai agar bersedia pindah dan memberikan tanah mereka kepada pemerintah.

28. Namun masalahnya warga Sinai tidak bodoh. Mereka tidak rela tanah mereka dijadikan alat untuk mengkhianati saudara mereka warga Gaza. Mereka menolak pindah dg alasan apapun.

29. Dengan pembantaian tadi siang, As-Sisi punya alasan untuk menggusur warga Sinai bahkan membunuh mereka yang berontak.

30. Mereka yang menolak pindah akan dicap sbg pendukung teroris dan dibunuh. Hingga tadi sore sudah 35 warga Sinai yang tewas di tangan pihak keamanan As-Sisi.

31. Padahal mereka sama sekali tidak ada kaitannya dengan teroris Salafy Jihadis. Mereka warga sipil ga punya senjata.

32. Skenario ini akan terus berjalan sampai pilpres kelar. As-Sisi kembali menduduki kursi presiden dan Israel mendapat tempat pembuangan warga Gaza.

33. Akibat pembantaian tadi siang perbatasan Rafah batal dibuka, itu bonus dari As-Sisi untuk Israel.

34. Itu kira-kira tanggapan sy tentang pembantaian di Masjid Raudhah tadi siang. Semoga Allah melindungi rakyat Mesir dan kita semua umat Islam.

__
*Sumber: Dari twitter @hasmi_bakhtiar