JEBRET..JEBRET..JEBRET!!! Jawab Saiful Mujani, Twit Admin Bea Cukai SUPER MAKJLEB


[PORTAL-ISLAM.ID]  Cuitan pemilik lembaga Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani berhasil membuat heboh linimasa media sosial twitter.

Dalam cuitan bertanggal 1 November 2017, Saiful mengeluh karena harus terkena bea cukai sebesar 1 juta rupiah untuk buku berharga 400.00 rupiah.

"Dikirimin buku dari luar. Harganya 30 dollar (sekitar rp 400 ribu). Tpi ngurus di bea cukai habis lebih dari 1 juta. Ini buku lu. Sinting!" tulisnya melalui akun twitter pribadinya, @saiful_mujani.
Cuitan tersebut menjadi bahan perbincangan yang hangat. Banyak netizen bertanya-tanya apa yang membuat biaya bea cukai buku menjadi mahal. Sebagian juga langsung menuding ada oknum yang "bermain" di balik mahalnya bea cukai.

Namun tudingan tersebut langsung dipatahkan oleh akun twitter resmi pihak Bea Cukai @BravoBeaCukai, Kamis 2 November 2017.

Berikut klarifikasi pihak bea cukai.

Selamat sore, berikut klarifikasi atas importasi di atas:

1. Benar bahwa ada importasi atas nama yang bersangkutan dan telah diselesaikan proses kepabeanannya.

2. Berdasarkan penelitian pada sistem BC (bea cukai -red), paket tsb terdiri dari buku & 1 pcs dompet kulit dalam keadaan baru (2 item dalam 1 paket)

3. Nilai yang diberitahukan oleh jasa kiriman USD 202.

4. Sesuai aturan, nilai > FOB USD 100 maka dikenakan pungutan.

5. Berdasarkan hal2 di atas, paket tsb dikenakan Bea Masuk & Pajak Dalam Rangka Impor.

6. Untuk mengetahui besar pungutan dapat dilakukan secara mandiri dalam http://beacukai.go.id/barangkiriman  atau unduh aplikasinya https://play.google.com/store/apps/details?id=id.go.beacukai.customer&hl=in

Klarifikasi dari pihak bea cukai menjadi tamparan keras bagi Saiful. Dengan jelas bea cukai menyatakan bahwa ada sepucuk dompet kulit impor yang datang bersamaan dengan buku tersebut dalam satu paket. Karena itu dikenakan biaya impor.

Sementara dalam cuitannya, Saiful tidak mencantumkan bahwa dirinya juga menerima dompet kulit.