Drama Kecelakaan Setnov? Hebat Mana dengan Drama "Tak Ada Niat Jahat" Sumber Waras?


[PORTAL-ISLAM.ID] Publik sedang dihebohkan dengan berita kecelakaan mobil tersangka KPK, Setya Novanto, yang terjadi tadi malam, Kamis (16/11/2017).

Setya Novanto yang sedang diburu KPK setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus E-KTP, kabarnya mengendarai mobil Fortuner dan mengalami kecelakaan saat menuju KPK. Setnov pun dikabarkan dilarikan ke Rumah Sakit Permata Hijau lantaran dilaporkan tidak sadarkan diri.

Di sosial media rame mengomentari katanya kecelakaan ini hanya drama. Banyak keanehan-keanehan. Media-media juga menyoroti keanehan.

Aneka Kejanggalan Drama Kecelakaan Mobil Fortuner Setya Novanto di Mata Netizen
http://www.tribunnews.com/nasional/2017/11/17/aneka-kejanggalan-drama-kecelakaan-mobil-fortuner-setya-novanto-di-mata-netizen

Apakah ini drama? Siapa lakon protagonis antagonis? Siapa sutradaranya? Apa tujuannya? Publik digiring emosinya untuk dukung mendukung?

Kalau Setnov dianggapa hebat bersandiwara, lantas hebat mana dengan drama "Tak Ada Niat Jahat" dalam kasus Sumber Waras?

KPK Belum Temukan Adanya Niat Jahat dalam Kasus Sumber Waras
http://megapolitan.kompas.com/read/2016/03/29/22580791/KPK.Belum.Temukan.Adanya.Niat.Jahat.dalam.Kasus.Sumber.Waras

Padahal Buktinya ada: Audit BPK Kerugian Negara Rp 191 Miliar
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/hukum/16/04/13/o5kfus361-bpk-sumber-waras-rugikan-negara-rp-19133-miliar

Kalau ada Kerugian Negara kok gak ada niat jahat? Kok gak ada pelakunya yang jadi tersangka? Boro-boro diburu.

"Jauh lebih canggih drama "gada niat jahat". pelakunya gak perlu pura2 tabrakan krn komisionernya dah nyembah cium kaki si nganu," kata @dulatips.

"Kalopun SN drama, tapi dibiayai secara pribadi. Lah drama KPK dibiayai negara, dramanya ga satu dua pulak. Lebih brengsek mane?" komen @hasmi_bakhtiar.




Negeri penuh drama. Rakyat digiring untuk dukung mendukung untuk kepentingan sutradara.

"Aku sih, gak mau ikutan latah memuji/menghina Novanto. Atau latah memuji/menghina KPK. Ada dua oknum institusi lagi "main musik" di kuningan, dan kita disuruh ikut menari? EMOH!" kata Mustofa Nahrawardaya.