Dianggap BERJASA Majukan Pendidikan Islam, Kemenag Beri Penghargaan ke Metro TV, CNN, KOMPAS dan Detik


[PORTAL-ISLAM.ID]  Harian Umum Media Indonesia meraih penghargaan Apresiasi Pendidikan Islam (API) 2017 untuk kategori media cetak, bersama dua media cetak lainnya.

Media Indonesia dinilai oleh Kementerian Agama selaku penyelenggara award itu, memiliki komitmen dalam menyebarkan Pendidikan Islam di Indonesia. Tak hanya itu, Media Indonesia juga dianggap menginspirasi dan memotivasi banyak masyarakat dalam pemberitaannya.

Penghargaan API 2017 kepada Media Indonesia itu diberikan pada Kamis, 23 November 2017 malam di sela ajang Pameran Pendidikan Islam Internasional perdana yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Tangerang Selatan, Banten, sejak 21-24 November 2017. Tahun ini merupakan tahun ke-9 acara ini dilangsungkan.

Selain Media Indonesia, terdapat Republika dan Kompas yang mendapatkan penghargaan API 2017 dari kategori media cetak.

Selanjutnya, dari kategori televisi terdapat Metro TV, TVRI dan CNN Indonesia yang mendapatkan penghargaan API 2017. Kemudian, kategori media daring API 2017 diberikan kepada antaranews.com, republika.co.id dan detik.com.

Sejumlah kategori lainnya juga mendapatkan penghargaan API 2017 karena kontribusinya untuk pendidikan Islam di Indonesia, seperti kepala sekolah, pengajar, lembaga pendidikan Islam dan lainnya.

API 2017 diselenggarakan oleh Kementerian Agama lewat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. API 2017 merupakan bagian dari acara Pameran Pendidikan Islam Internasional.

Sumber: Media Indonesia
------
Penghargaan ini dinilai beberapa kalangan melukai hati umat Islam. Karena media-media yang mendapat penghargaan sebagian besar justru merupakan media yang secara kontinyu dan transparan kerap melakukan provokasi dan memberitakan Islam dari sudut pandang yang negatif. Tak jarang judul dibuat dan dipelintir sedemikian rupa negatif hingga para penonton dan pembacanya tergiring untuk memberikan respon yang negatif pula.

Jika demikian faktanya, lalu atas dasar apa Kementerian Agama menilai media-media "anti-Islam" ini dianggap berjasa dalam membantu pendidikan agama Islam sehingga patut mengganjar mereka dengan penghargaan khusus? Ke mana Menteri Agama Lukman Saifuddin?