DHUAAAR!! Upah Buruh Hancur Oleh Ahok, SekJend KSPI: Kami Berharap Pada Anies-Sandi


[PORTAL-ISLAM.ID]  Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Muhamad Rusdi meminta Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno segera merevisi Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta yang semula Rp3,6 juta menjadi Rp3,9 juta.

Kondisi upah buruh di Jakarta selama ini, ia menilai, sudah hancur di bawah kepemimpinan mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Kami sangat berharap kepada Anies-Sandi karena mereka adalah orang muda, orang baru. Kami berharap besar karena selama ini upah Jakarta hancur oleh Gubernur Ahok," ujar Rusdi di depan Balai Kota DKI, Jumat, 10 November 2017.

Pada 2013 dan 2014 UMP DKI, ia menuturkan, naik sekitar 10 persen. Jumlah ini lebih sedikit ketimbang UMK di Karawang dan Bekasi yang naik 20 persen. Hal ini menurutnya berimbas pada kenaikan UMP DKI pada 2015 hingga 2017 yang masih lebih rendah dari Karawang dan Bekasi.

"Sungguh aneh bila kebutuhan hidup di DKI lebih tinggi tapi upahnya lebih rendah," katanya.

Rusdi meminta Anies-Sandi menepati janjinya untuk menyejahterakan kaum buruh Jakarta. Menurutnya, buruh DKI saat ini sangat menggantungkan nasibnya kepada Anies-Sandi agar segera memperbaiki upah buruh Jakarta yang selama ini dinilai tidak sesuai.

Para buruh melakukan aksi demo di Balai Kota dan Istana Negara. Mereka tidak hanya berasal dari Jakarta tetapi juga dari wilayah Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Cirebon.

Aksi tersebut menyuarakan tiga tuntutan. Pertama, permintaan untuk mencabut PP 78 tentang Upah Murah. Kedua, permintaan untuk revisi UMP DKI menjadi Rp3.917.000. Ketiga, permintaan untuk menurunkan harga listrik dan kebutuhan pokok.

Sumber: CNN