Anies Dituding Rasis, Aktivis Tionghoa: Ananda Sukarlan is a Whimper!


[PORTAL-ISLAM.ID]  Facial tics disorder are uncontrollable spasms in the face. Misalnya, rapid eye blinking. Mata kedip-kedip. Disorder ini biasa disebut mimic spasms.

Symptom itu saya lihat ada pada gerak-gerik Ananda Sukarlan. Ditambah gejala "Salah Bantal". Itu tampak pada lehernya yang kaku.

Ananda Sukarlan adalah pianis ngetop. Di acara 90 tahun Kolese Kanisius (11 November), dia walk out (boikot) saat Gubernur Anies Baswedan pidato. Dia baru masuk kembali setelah pidato Anies selesai.

Dalam pidato singkatnya, dengan mata kedip-kedip dan leher patah-patah, Ananda Sukarlan mengkritik 'entah siapa' yang mengundang Anies.

Indirectly, Ananda Sukarlan menuding Anies menang pilkada dengan cara-cara yang berbeda dengan yang diajarkan di Kanisius. Entah apa maksudnya.

Jelas, Ananda Sukarlan belum move on. Dia ngga sadar bila Ahok memicu aksi besar Umat Islam dari seluruh Indonesia. Pasca Ahok menoda Surah Al Maidah 51.

Manuver politik Ananda Sukarlan dikecam Eros Jarot, Yap Hong Gie (Angkatan 72) dan Agus Lenon, Aktifis 78.

Yap Hong Gie bilang sikap politik Ananda Sukarlan didasari jiwa kerdil dan limited knowledge.

Publik mulai muak dengan ulah Ahoker gagal move on. Ananda Suparlan sebaiknya sadar, Anies didukung mayoritas warga Jakarta.

Stop crying and whining Ananda. Seperti kata Penulis Cris Jami (Killosophy-2015), "Like crying wolf, if you keep looking for sympathy as a justification for your actions, you will someday be left standing alone when you really need help".

Penulis: Zeng Wei Jian, Aktivis KOMTAK