Ahoker Mau NABOK Anies-Sandi Pakai KECOA dan BABI, Eh... Malah Kena TELAK ke Ahok


[PORTAL-ISLAM.ID] Sejak pelantikan Anies, para pendukung Ahok berlomba mencari keburukan Anies.

Hari-hari belakangan ini contohnya. Mereka sedang fokus memelototi APBD dan mengkritisi poin demi poin.

Betul-betul kegiatan positif! Sebab sebelumnya, waktu Jokowi-Ahok dilanjutkan Ahok-Djarot, kerja mereka hanya memuja sepanjang waktu.

Kini demi menjatuhkan nama baik Gubernur yang baru, mereka  sibuk siang malam mencari celah kesalahan agar bisa menghantam Anies-Sandi.

Sayangnya, alih-alih menyindir Anies, nyinyiran mereka sering meleset dan malah sukses menampar muka Gubernur sebelumnya termasuk mantan gubernur dan wakilnya Ahok-Djarot.

Seperti yang baru ini dilakukan oleh Russel Miracle, tim sukses Ahok-Djarot dari PDIP yang juga seorang pesulap jebolan THE MASTER. Ia nyinyir soal dana untuk membunuh kecoa di APBD sebesar 266juta.

"Kerja capek2, bayar pajak taat... Eh, pajak gw dipake Rp.266 juta buat bunuh kecoa di rumah @aniesbaswedan @sandiuno... #KanBabi" ujar Russel di akun twitter terverifikasinya @russelmiracle Kamis, 23 November 2017.
Bukannya marah karena dicemooh dengan kata "babi"dan disindir soal dana kecoa tsb, tim resmi pendukung Anies justru menjelaskan dengan santun bahwa dana tersebut dianggarkan oleh Pak Djarot dan bukan oleh Anies.

Tim Anies-Sandi juga menjelaskan bahwa dana tersebut dianggarkan oleh Pak Djarot dan bukan oleh Anies.

"Untuk yg ini kami harus berbagi kredit dengan gubernur2 sebelumnya mas. Terlampir APBD 2017, pembunuhan kecoa ini pos pemeliharaan rutin makanya dimasukin lagi oleh Pak Djarot di draft 2018. :) #KanKecoa," balas akun @SuaraAnies sembari melampirkan link anggaran http://apbd.jakarta.go.id/pub/2017/8/3/rka/221/list?cd=dW5pdD0xLjIwLjAwOSZpZGdpYXQ9Mjk0OA
Pos pemeliharaan rutin tersebut juga telah ada di era Ahok, namun anehnya tidak ada satupun pendukung Ahok atau oposisi Ahok yang pernah mempermasalahkannya.

Kepala Biro Umum DKI, Agustino Dharmawan menjelaskan untuk membasmi tikus (dan kecoa) tidak bisa dilakukan secara setengah-setangah, melainkan harus secara masif.

"Tikus itu sejak tahun 1975 sudah ada tikus, bukan ada di biro umum sekarang saja baru ada tikus. Tikus kan bersarang dimana-mana, pembasmiannya gak bisa parsial-parisal," ujar Agustino seperti diberitakan Republika.co.id

Agus juga menjelaskan untuk anggaran membasmi tikus sudah disiapkan sejak tahun 2014. Anggaran tersebut termasuk dalam anggaran rutin tahunan yang menggunakan biaya dari Biro Umum.

Menanggapi cuitan blunder Russel, netizen pun ramai-ramai berkomentar.