WASPADA Adu Domba Dibungkus HOAX Temuan Senjata Replika


[PORTAL-ISLAM.ID]  Akun media sosial Pusat Penerangan TNI hari Kamis, 26 Oktober 2017 mengunggah sebuah foto berisi info hoax versus fakta terkait temuan ratusan pucuk senjata replika di Tangerang.

Pada bagian hoax foto tersebut, tertulis adanya laporan yang berasal dari Whatsapp Group Forum Diskusi Alumni 212, mengabarkan adanya temuan 148 pucuk senpi (senjata api) dan 24.000 butir peluru.

Masih pada bagian hoax, tertulis pula keterangan bahwa seseorang bernama Bu Mega mengatakan adanya 8 orang berpakaian kemeja kotak-kotak dengan pin baju palu arit di lokasi tempat ditemukannya senjata itu.

Pada bagian fakta, tertulis keterangan:

Pada hari Senin tanggal 23 Oktober 2017 pukul 16.30 WIB, Kp. Baru, Cibayana, Kelurahan Solear, Kabupaten Tangerang, telah ditemukan senjata replika jenis campuran yang diduga pemilik berinisial "K" (pendatang yang baru datang dari Padang).

Sekilas, tak ada yang istimewa dalam info tersebut. Tetapi jika diperhatikan dengan cermat, maka ada 3 elemen masyarakat yang sedang diadudomba dan saling dipertentangkan.

Kelompok pertama adalah kelompok Islam, ditandai dengan istilah "Alumni 212", yang mengacu pada kelompok Islam penentang penista agama. Kelompok ini kerap digambarkan oleh media dan pendukung Jokowi-Ahok sebagai kelompok Islam radikal dan dilabeli sebagai Islam konservatif.

Kelompok ini juga kerap dilabeli sebagai kelompok pembuat "hoax" karena beberapa orang yang berhasil ditangkap atas dugaan keterlibatan sebagai anggota Saracen, kerap mengaku sebagai bagian dari alumni 212.

Kelompok dua adalah kelompok pendukung Jokowi-Ahok ditandai adanya penggunaan istilah "kemeja kotak-kotak". Kelompok ini berseberangan dengan kelompok Islam konservatif sejak tahun 2012. Segala bentuk kriminalitas yang dilakukan oleh kelompok beridentitas "kotak-kotak" selalu memicu reaksi keras kelompok Islam.

Kelompok ketiga adalah simpatisan komunis yang kini disebut-sebut mulai bangkit. Kelompok ini sangat efektif untuk dibenturkan dengan kelompok Islam.

Dalam kerangka info "hoax" yang diungkap oleh pihak Puspen TNI terdapat sebuah bangunan opini pertentangan yang dengan sangat mudah mampu memicu disintegrasi bangsa.

Adanya lemparan info yang diduga dicuatkan oleh Forum Diskusi Alumni 212 memancing opini dari pihak pendukung Jokowi-Ahok dan kelompok simpatisan komunisme bahwa kelompok "Islam" alumni 212 adalah produsen sekaligus penyebar hoax.

FAKTANYA? Hingga kini belum ada satu orang pun yang ditangkap dan dianggap bertanggungjawab atas tulisan tersebut. Dengan kata lain, SIAPAPUN bisa menjadi produsen dan penyebar hoax ini.

Hal ini berarti ada upaya untuk sengaja mendiskreditkan kelompok Islam dan memancing reaksi pendukung Jokowi-Ahok serta simpatisan komunis untuk menyerang kelompok tersebut.

Apakah bangunan opini "adu domba" ini berhasil? Jawabannya bisa ditemukan pada tanggapan netizen di bawah unggahan foto pada akun media sosial Pusat Penerangan TNI berikut ini:



Melihat respon publik yang begitu emosi dan langsung membangun opini bahwa pelakunya adalah kelompok Islam, maka bisa dikatakan, upaya adu domba ini telah berhasil.

Siapa perencana adu domba ini? Merekalah yang harus kita cari dan waspadai. Maka diperlukan pula kehatia-hatian dalam menerima dan menyebarkan info yang bersumber dari media sosial.