Voxpol Center: 2019, Bukan Lagi Milik Jokowi dan Prabowo


[PORTAL-ISLAM.ID] Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Sarwi Chaniago memprediksi Pilpres 2019 bukan lagi milik Jokowi atau Prabowo, tapi ada kuda hitam.

Hal ini, kata Pangi, melihat hasil survei oleh sejumlah lembaga yang menempatkan elektabilitas Jokowi walau unggul atas Prabowo tapi tidak sampai di atas 50 persen. Hal itu menandakan publik menginginkan adanya nama lain, selain Jokowi dan Prabowo.

“Masyarakat menginginkan nama lain atau nama baru,” kata Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Sarwi Chaniago di gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/10/2017) malam, seperti dilansir Jawa Pos.

Lantas siapa nama baru atau kuda hitam itu?

Pangi menuturkan, Panglima TNI Gatot Nurmantyo bisa menjadi kuda hitam atau sebagai meteor baru jelang pilpres 2019. Dia mengingatkan, 1,5 tahun ke depan bukan tidak mungkin ada sosok baru yang bisa menjadi figur untuk menantang Jokowi dan Prabowo.

Pangi juga memprediksi, elektabilitas Jokowi kemungkinan tidak bisa naik lagi. Di satu sisi, Jokowi butuh pendukung yang konsisten atau strong voter. Tapi, di sisi lain, tidak ada pemilih dari segmen lain yang masuk ke Jokowi.

Selain segmen pemilihnya yang selama ini sudah ada. Sedangkan elektabilitas Prabowo juga stagnan. Pangi menegaskan dalam kondisi seperti ini undecided voters, pemilih yang belum mantap melakukan pemilihan bisa saja beralih ke tokoh baru.

“Tokoh itu bisa saja tokoh antitesisnya Jokowi. Bisa saja tokoh yang sudah terlihat programnya dan populis seperti Gatot,” tegas Pangi.

Apalagi, ujar dia, sekarang sudah ada partai politik yang tertarik sama Gatot. Meskipun, ada beberapa di antaranya ingin Gatot di posisi calon wakil presiden dipasangkan dengan Jokowi. Namun, Pangi berpendapat, kalau Gatot dipasangkan dengan Jokowi, belum tentu efektif.

Sebab, pemilih Gatot adalah segmen kanan seperti yang kritis kepada pemerintah dan lainnya. Belum tentu juga pemilih Gatot nanti memilih Jokowi jika keduanya berpasangan.

“Jadi, korelasinya kalau Jokowi berpasangan dengan Gatot belum tentu tinggi keterpilihannya. Kalau Gatot sendiri jadi capres, mungkin bisa lebih tinggi,” tegas Pangi.

Apalagi kalau Prabowo malah mempersilahkan Gatot untuk maju Capres memakai Gerindra, sementara posisi Prabowo menjadi King Maker seperti Megawati saat Pilpres 2014 lalu.

“Bukan tidak mungkin di pilpres 2019, Prabowo akan mengambil peran sebagai king maker,” ujar Pangi.

“Jadi, Prabowo bisa saja mempersilakan Gatot pakai saja partai (Gerindra) ini untuk pilpres 2019. Ini pasti menarik dan Gatot punya peluang,” ungkapnya.

"Tapi, kalau Prabowo masih memaksakan maju menjadi capres, maka harus dikalkulasikan lagi apa bisa menang atau tidak,” jelasnya.