Tegas MENOLAK Reklamasi dan Lawan "NAGA", Ada Siapa di Belakang Anies?


[PORTAL-ISLAM.ID]  Ada info menarik soal kisruh proyek reklamasi Pantai Jakarta. Gubernur DKI Anies Baswedan, kemarin, mengakui sudah bertemu dengan sejumlah bos pengembang reklamasi. Publik pun jadi bertanya-tanya, apa Anies kuat melawan lobi para bos reklamasi yang dikenal dengan julukan "Naga" ini? 

Sampai saat ini Anies belum mau menjelaskan secara rinci soal penghentian proyek reklamasi yang ia janjikan semasa kampanye. Anies mengaku masih menunggu Sidang Paripurna Istimewa di DPRD. Sementara, pelaksanaan rencana sidang tersebut mengalami pro-kontra di Dewan. Adapun Wagub DKI Sandiaga Uno beralasan, sikap soal reklamasi akan diputuskan setelah bertemu Presiden Jokowi.

Di tengah ketidakjelasan itu muncul kabar bahwa Anies sudah dilobi oleh para bos pengembang. Heboh soal pertemuan ini berawal dari laporan utama Majalah Tempo yang berjudul "Mampukah Ia Menolak Reklamasi" yang terbit awal pekan ini. Dalam laporan itu diceritakan bagaimana para pengembang reklamasi berusaha untuk bertemu dan melobi Anies namun selalu gagal.

Setelah berkali-kali gagal bertemu, para pengembang reklamasi itu akhirnya bisa menemui Anies di kediaman Ketum Gerindra Prabowo Subianto awal Agustus lalu. Pertemuan dikemas dalam jamuan makan siang. Dalam pertemuan itu hadir Bos Artha Graha Tomy Winata dan Bos Grup Agung Sedayu Richard Halim Kusuma. Richard adalah anak dari Sugianto Kusuma alias Aguan. Selain itu hadir juga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik.

Seperti diketahui, Tomy dan Aguan disebut-sebut sebagai dua dari "Sembilan Naga," julukan yang diberikan kepada sejumlah pengusaha yang bisnisnya melejit di zaman Orde Baru karena dibekingi militer.

Ditanya soal ini, Anies membenarkan pernah mengikuti pertemuan tersebut. Namun, kata dia, posisinya dalam pertemuan itu tidak untuk membahas reklamasi. Dia hanya mendengarkan saat pihak pengembang menjelaskan proyek reklamasi.

"Malah kami tidak mau menjawab apa-apa. Saya datang ke situ mereka menjelaskan, ya saya dengarin saja," kata Anies.

Anies pun menegaskan bahwa, Prabowo tidak mengintervensi atau memberikan tekanan apapun terkait proyek reklamasi dalam pertemuan yang berlangsung satu jam itu.

"Benar ada pertemuan itu dan Pak Prabowo tidak sedikit pun memberikan semacam yang digambarkan tekanan dan lain-lain. Pak Prabowo bersahabat dengan semua pihak dan menerima tamu dari mana-mana," kata Anies, di Balaikota, kemarin.

Dalam pertemuan di rumah Prabowo, Taufik melanjutkan, Anies hanya mendengarkan rencana PT. Kapuk Naga Indah yang diceritakan Richard mengenai pembangunan Pulau C dan D. Anies tidak mengajak Richard memulai pembahasan mengenai hal tersebut.

Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik membenarkan pertemuan ini. Hanya saja kata dia, pertemuan ini tak membahas khusus soal reklamasi. Hanya silaturahmi biasa. Taufik, yang turut hadir dalam pertemuan itu mengatakan, Richard sempat menjelaskan mengenai rencana pengembangan Pulau C dan D kepada Anies di hadapan Prabowo.

"Tetapi penjelasan itu sifatnya normatif," kata Taufik, di kantornya, kemarin.

Richard hanya bercerita mengenai rencana yang sudah ada. Dalam pertemuan itu, Anies hanya mendengarkan rencana PT. Kapuk Naga Indah yang diceritakan Richard mengenai pembangunan Pulau C dan D. Anies tidak mengajak Richard memulai pembahasan mengenai hal tersebut.

Sebelumnya, Prabowo pernah berpesan kepada Anies-Sandi agar memenuhi janjinya semasa kampanye.

"Janji adalah utang," kata Prabowo, di kompleks Istana, usai pelantikan Anies-Sandi. Ia juga berpesan kepada keduanya, harus bersikap akomodatif dan memperhatikan kepentingan semua sektor dalam menjalankan kewajiban sebagai Gubernur.

Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga menilai, pertemuan Anies sebelum dilantik menjadi gubernur memang tidak masalah. Namun, akan berbeda kondisinya jika pertemuan dilakukan setelah Anies dilantik. Karena segala ucapan pertemuan dan tindakan gubernur tentu akan berdampak pada berpengaruh terhadap kebijakan yang akan diambil.

Apakah Anies sanggup menghadapi lobi para pengembang? Nirwono bilang, untuk menghadapi persoalan ini Anies harus cepat bersikap tegas terhadap moratorium reklamasi berikut langkah-langkah tegas yang akan diambil pemprov untuk menghentikan proyek ini.

"Sebagai gubernur, Anies juga harus menjaga jarak dengan semua pihak termasuk dengan pengembang," kata Nirwono, tadi malam.

Nirwono menegaskan, kepastian moratorium reklamasi sebenarnya sudah berada di tangan Anies-Sandi. Jika Anies memilih melanjutkan moratorium reklamasi, secara moral ia akan mendapat dukungan dari masyarakat Jakarta yang selama ini menolak reklamasi.

Pengamat komunikasi politik dari UIN Prof Andi Faisal memprediksi, Anies bisa lulus menghadapi ujian reklamasi ini. Andi mengaku kenal Anies sejak sama-sama kuliah di luar negeri. Dia mengenal Anies sebagai sosok berkomitmen dengan janjinya. Dan perlu diingat, kekuatan Anies sehingga bisa menjadi gubernur adalah karena janjinya.

"Karena janji yang ditawarkan Anies masuk akal termasuk soal reklamasi, maka masyarakat Jakarta memilih Anies," kata Andi, saat dikontak, tadi malam.

Untuk menghadapi lobi para naga, Andi mengingatkan agar Anies bersikap tegas. Jika Anies tegas, maka warga yang memilihnya saat pilgub lalu akan bersatu mendukungnya. Dan sebaliknya, jika ingkar maka kekuatan Anies akan melemah.

"Anies harus sadar betul bahwa kekuatannya atau rohnya sebagai gubernur ada di rakyat yang pendukungnya. Dan jika sudah tidak dipercaya maka karirnya sebagai politisi juga akan habis," ingatnya.
--------
Wajar saja jika muncul keraguan beberapa kalangan akan ketegasan Anies terkait reklamasi.

Wajar pula bila banyak kalangan anti Anies membuat opini asbun dengan mengatakan bahwa pertemuan tersebut terjadi setelah Anies dilantik, meski FAKTANYA, pertemuan tersebut terjadi saat Djarot menjadi Gubernur pasca Ahok masuk bui.

Mereka, yang meragukan Anies dan Prabowo, tidak mengenal kuatnya "Garuda" besar di balik Anies. Bukan sekedar Garuda Merah lambang partai Gerindra, melainkan Garuda yang menjadi lambang negara Indonesia.

Anies tak hanya didukung koalisi Gerindra-PKS. Anies didukung seluruh nelayan dan warga yang mencintai Indonesia, maka IA SEMESTINYA AKAN KUAT!

Soal mereka yang mengaku cinta Pancasila dan cinta NKRI tapi tidak menolak reklamasi, tak perlu dibahas. Biarkan waktu membuka topeng mereka kelak.