Survei SMRC Justru Menunjukan Jokowi di Ujung Tanduk, Sebagai Petahana Semestinya di Atas 50%


[PORTAL-ISLAM.ID]  Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menggelar hasil survei Pilpres 2019. Menurut SMRC Presiden Joko Widodo unggul telak dari Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

Jokowi meraih hasil 38,9%. Ia unggul jauh dari Prabowo, yang duduk di posisi ke-2, dengan persentase 12,0%. (detikcom)

Apakah ini menunjukan Jokowi akan melenggang mulus terpilih kembali di 2019?

Seorang pengamat Canny Watae menyatakan justru tingkat elektabilitas Jokowi sebagai petahana yang di bawah 50% itu malah jadi lampu kuning.

"Lha, Jokowi itu petahana. Kalo petahana itu baru dikatakan "aman" kalau elektabilitasnya di atas 60%," ujarnya, Jumat (6/10).

"Melihat faktor selisih antara petahana dan calon pesaingnya pun, itu bukan the big thing. Itu bukan sesuatu. Intinya, apakah petahana di atas 60 persen atau tidak," tegasnya.

"Apalagi, petahana ini petahana berusia 3 tahun jabatan. Tahun ke-4 sudah masuk tahun pertarungan elektabilitas yang sesungguhnya. Waktu yang available sudah sangat mepet untuk dongkrak elektabilitas. Iya kalau punya "modal" yang bisa diputar ke pasar konstituen. Mau cerita listrik 35 ribu MW? Faktanya? Mau cerita pertumbuhan ekonomi? Fakta di lapangan gimana? Mau cerita BBM dan TDL? Lha, apanya yang mau diceritain. Mau cerita "merakyat" karena jalan kaki 3 kilo? Wah, orang nanti pada nanya mana tuh janji atasi kemacetan?" paparnya.

Padahal selama hampir tiga tahun ini praktis hanya Jokowi (karena dia menjabat Presiden RI) yang tampil dimana-mana, di seluruh media cetak-online-TV, bagi-bagi sepeda, buku, dll, tapi malah elektabilitasnya tergerus jauh dibanding hasil Pilpres 2014 sebesar 53,15%.

Sementara pesaing Jokowi belum ngapa-ngapain aja masih punya elektabilitas yang lumayan, gimana kalau sudah masa kampanye?