MAKJLEB... Penutupan Alexis, Fahira Idris: Tegas Itu Soal Sikap dan Tindakan, Bukan Marah-Marah


[PORTAL-ISLAM.ID]  Ditutupnya Alexis kemarin Senin, 30 Oktober 2017 membuat Saya belajar bahwa tegas itu soal sikap dan tindakan bukan marah-marah.

Kebijakan dan keberanian Gubernur Anies Baswedan dan WaGub Sandiaga Uno menjadi harapan baru positif bagi warga Jakarta bahwa masih ada pemimpin yang teguh memegang amanah dan melaksanakan janji-janji politiknya saat kampanye.

Jujur Saya tidak menyangka janji mas Anies dan bang Sandi ketika kampanye dulu untuk menutup Hotel Alexis yang diduga kuat terdapat aktifitas terlarang berbau ‘prostitusi’ di dalamnya akan begitu cepat ditunaikan. Standing applause untuk beliau berdua.

Karena kita tahu bersama, walau sudah menjadi rahasia umum adanya praktik melanggar hukum di hotel ini, tetapi dari gubernur ke gubernur, termasuk saat DKI dipimpin Pak Basuki Tjahja Purnama atau Ahok, Alexis tetap gagah berdiri, tak tergoyahkan.

Nah, berbanding terbalik dengan Anies Baswedan, belum genap satu bulan memerintah, Tanda Daftar Usaha Pariwisata Hotel Alexis dan Griya Pijat Alexis ditolak olehnya sehingga setiap aktifitas di lokasi itu mulai saat ini menjadi ilegal.

Izin usaha dan operasi Hotel Alexis dan Griya Pijat Alexis memang sudah habis sejak September lalu, dan ketika pihak manajemen mengajukan perpanjangan, Anies Baswedan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu menolak hal pengajuan tersebut.

Saya secara pribadi maupun sebagai pemangku amanah senator DPD RI dari DKI Jakarta turut mendukung penuh langkah pasangan pemimpin baru Ibukota Anies Baswedan dan Sandiaga Uno untuk menutup semua tempat hiburan yang melanggar aturan dan norma-norma kesusilaan.

Apa yang dilakukan Anies Baswedan juga sesungguhnya sedang memberikan peringatan keras kepada semua pengusaha hiburan lain di Jakarta agar jangan mencoba-coba melanggar aturan hukum yang berlaku.

Saya juga berharap manajemen Alexis mematuhi keputusan gubernur, karena jika masih beroperasi maka semua kegiatan tersebut adalah ilegal. Ketegasan gubernur yang tidak akan membiarkan tindak-tindak prostitusi bisa bebas di Ibukota akan dicatat dengan tinta emas sejarah Jakarta.

Kita harapkan keresahan masyarakat Jakarta pun segera diakhiri dalam waktu yang singkat.

Penulis: Fahira Idris, Anggota DPD RI