Innalillahi.. "Pesta Maksiat" Ekspedisi J&T Berujung Boikot


[PORTAL-ISLAM.ID] Sebuah tayangan video berisi acara pesta menggegerkan jagat maya.

Video yang hingga kini masih viral tersebut memperlihatkan salah seorang petinggi perusahaan ekspedisi yang kini tengah naik daun, J&T tengah menenggak minuman yang diduga merupakan minuman beralkohol kadar tinggi.

Momen tersebut diambil dalam acara tatap muka (gathering) perusahaan ekspedisi J&T di Hotel Ritz-Carlton yang terletak di kawasan Mega Kuningan.

Video tersebut diunggah melalui akun Facebook milik Dania Setiabudi, Senin, 23 Oktober 2017 pukul 23.43.

"Setiap meja disediakan minuman keras. Banyak yang tidak sadar," tulis Dania Setiabudi.

Kecaman publik kepada J&T pun tak terbendung, terutama dari kalangan pengusaha muslim yang selama ini menjadikan J&T sebagai partner mereka.

"Bismillah, Beberapa bulan terakhir, sekitar 40 persen pengiriman Indogamis menggunakan J&T. Namun, mengetahui adanya pesta miras di gathering J&T seperti yang beredar viral di media sosial, Indogamis memutuskan untuk hijrah ke ekpedisi lainnya,” tulis Indogamis melalui akun fanpage Indogamis, Selasa, 24 Oktober 2017.

Sementara seorang pedagang online sekaligus importir produk makanan Korea dan Jepang yang aktif di beberapa market place, Adinda Jan, mengatakan bahwa peristiwa gathering yang diselingi pesta miras cukup mengejutkan.

"Meski buat beberapa orang yang sudah terbiasa, pesta semacam ini masih acceptable ya. Tapi mestinya ada toleransi lah pada mereka yang tidak konsumsi alkohol," tuturnya.

Adinda menyatakan, memang ada meja yang "steril" dalam arti tidak tersedia minuman beralkohol di atasnya.

"Tetap saja, selama acara ini mengundang orang yang tidak mengonsumsi alkohol, semestinya tidak disajikan minuman beralkohol," tuturnya sembari menegaskan bahwa larangan minum khamr tak hanya dimiliki umat muslim.

"Saya kristen, dan ini termasuk dalam hiburan tidak sehat yang harus saya hindari," tambahnya melalui pesan singkat whatsapp.

Terkait boikot J&T yang diserukan publik, Adinda menegaskan bahwa ini adalah hak publik.

"Risiko ya.. publik punya hak untuk memboikot dan tidak memakai jasa J&T karena kecewa. Apalagi J&T hanya satu dari begitu banyak perusahaan ekspedisi," jelasnya.

Kemarahan publik bisa tergambar melalui hashtag #saynotojnt dan #j&tgathering yang kini meluas di media sosial.

Berikut cuplikan video singkat acara gathering J&T yang dihiasi minuman beralkohol.