GAK NGACA! Pendiri Seword Masih Berani SEWOT Gara-Gara Pendeta Setiyadi Diciduk


[PORTAL-ISLAM.ID]  Keberanian tokoh Front Pembela Islam (FPI) Surakarta Choirul Rustam mendatangi Pendeta Setiyadi membuat sejumlah pihak sewot. Di antaranya adalah Alifurrahman, pendiri Seword.

Setiyadi, penulis opini di situs seword.com yang memicu amarah publik, bukan hanya umat muslim, melainkan juga umat kristiani, memang telah meminta maaf terkait tulisannya yang menyebut Anies Baswedan – Sandiaga Uno dengan sebutan ASU yang diklaimnya singkatan Anies-Sandiaga Uno di laman seword.com.

Tulisan berjudul "Alhamdulilah Per Pertengahan Oktober Nanti ASU Memimpin Jakarta,” disertai ilustrasi berupa gambar anjing dengan caption “aku asu, bukan ASU!"  juga telah hilang, bahkan situs seword.com kini pun tak dapat diakses. (Baca:).

Namun itu semua tak serta merta mampu meredakan amarah publik yang tetap menginginkan Setiyadi yang juga seorang pendeta ini diproses secara hukum.

“Pendeta Setiyadi yang menghina Anis-Sandiaga Uno sudah saya datangi seorang diri dan ampun-ampun minta maaf, yaa saya maafkan, tapi hukum tetaplah hukum biar berjalan sebagaimana mestinya,” tulis Choirul Rustam melalui akun Facebook pribadinya yang kemudian dibagikan oleh fan page Habib Muhammad Rizieq Syihab, Lc, MA, DPMSS, Jumat 6 Oktober 2017.

Rupanya, keberanian Choirul Rustam membuat pendiri seword.com, Alifurrahman sewot.

“Pertanyaannya: apa urusan FPI? Emang FPI ini apanya AbSu? Selain itu, menyebut pendeta asu adalah sebuah penghinaan dan bisa diproses hukum,” kata Alifurrahman melalui akun Facebook pribadinya, Sabtu, 7 Oktober 2017.