FANTASTIS!! Belum Berizin, Meikarta Kucurkan Dana Iklan Nyaris 1 Triliun


[PORTAL-ISLAM.ID]  Iklan proyek properti Meikarta, milik Lippo Group belakangan ini memang sangat masif menyebar ke berbagai media. Terutama untuk media televisi dan media cetak. Hal ini menjadi menarik pasalnya hingga kini perizinan Meikarta disebut-sebut masih terganjal kajian AMDAL.

Ternyata iklan jor-joran itu, berdasar hasil riset AC Nielsen, angkanya sangat fantastis mencapai Rp1,2 triliun per September 2017 lalu. Namun pihak Meikarta malah terkesan menuding cara survey dari lembaga riset itu kurang tepat.

Tentu angka ini cukup fantastis, mengingat nilai dua Tower Meikarta sendiri hanya senilai Rp1 triliun. Lippo mengumumkan akan melakukan Topping Off sebanyak dua tower tersebut pada 29 Oktober 2017 ini.

Presiden Meikarta, Ketut Budi Wijaya menampik angka-angka yang disodorkan Neilsen itu tak tepat. Karena perkiraan mereka tak sebesar itu.

“Karena hitung-hitungan kami tak sebesar itu. Itu mungkin harga normal yang digunakan. Jadi saya rasa kurang tepat itu,” jelas Ketut di Jakarta, Kamis, 26 Oktober 2017.

Harga normal yang dia maksud adalah harga yang belum termasuk diskon dan potongan harga lainnya. Dia menyebut, biaya iklan yang dikucurkan pihaknya masih sesuai dengan harapan.

“Apapun harganya itu, semua masih sesuai dengan harga yang kita harapkan,” jelas dia.

Saat ditanya kepastian berapa nilai yang telah dikeluarkan Meikarta di periode tersebut, ia pun memprediksi tidak sampai angka Rp1 triliun.

“Saya rasa tidak sebesar itu. Mestinya kurang dari 1 triliun,” klaim dia.

Seperti diketahui, berdasar riset Nielsen per September 2017, mencatat belanja iklan secara garis besar masih menunjukkan trend peningkatan untuk periode Januari–Juli. Dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2016, pertumbuhan belanja iklan bergerak positif sebesar 6% yang lebih dipengaruhi oleh kenaikan tarif.

Dengan kenaikan tersebut, belanja iklan di TV dan media cetak di sepanjang Januari–Juli 2017 mencapai Rp82,1 triliun.

Informasi belanja iklan tersebut diambil dari data Advertising Information Services yang memonitor aktivitas periklanan Indonesia. Monitoring iklan mencakup 15 stasiun TV nasional, 99 surat kabar dan 120 majalah dan tabloid. Angka belanja iklan didasarkan pada gross rate card, tanpa menghitung diskon, bonus, promo, dll.

Yang cukup mengagetkan yakni untuk sepanjang bulan Agustus-September 2017 belanja iklan Meikarta sangat spektakular.

Dalam kurun waktu dua bulan tersebut, Meikarta membelanjakan lebih dari Rp1,2 triliun per 30 September 2017, dimana angka tersebut hampir 2 kali lipat dari bulan Agustus yang lalu yang mencapai Rp696.7 Miliar.

Berdasarkan data dari Nielsen, posisi pertama dari Meikarta untuk produk apartemen sebanyak Rp1,2 triliun. Kedua, perusahaam jual-beli online Traveloka.com sebesar Rp 870.9 miliar. Ketiga, Indomie untuk mie instan sebesar Rp765 miliar.

Keempat produk ponsel Vivo untuk GSM Multicard Smarthphone sebesar Rp571.6 miliar. Dan kelima, Samsung untuk GSM Multicard Smartphone sebesar Rp564 miliar.

Sumber: Aktual.com