CATATAN TAJAM Ex Jurnalis Senior: HERAN! Kok Gak Ada Liputan Investigasi Alexis. Ada Apa?


[PORTAL-ISLAM.ID]  Ramainya pemberitaan mengenai sikap tegas Anies terhadap Alexis, rupanya menarik perhatian seorang bekas pemimpin redaksi sebuah portal online, Nanik Sudaryati.

Melalui facebook, Senin 30 Oktober 2017, Nanik menyatakan heran dengan minimnya liputan investigatif media terkait penutupan Alexis.

Berikut kutipannya:

Saya kok heran dengan media sekarang, kok nggak ada yg liputan paska Alexis tidak diperpanjang izinnya. Misalnya bagaimana situasi malam ini , apakah masih rame, bagaimana kira2 nasib ayam-ayam itu? Dan siapa saja malam ini yg masih nekat datang? Ungkap pemilik Alexis dan bisnis2 lendir lainnya dia dimana saja?

Kalau saya punya TV, saya akan live dari Alexis dengan liputan terkini ....


Wajar bila sebagai mantan pimred, jiwa kewartawanan Nanik terusik menyaksikan momentum sebesar Alexis luput dari pemberitaan investigatif media.

Lazimnya sebuah berita yang memiliki implikasi besar secara sosial dan ekonomi, berita mengenai Alexis juga semestinya mendapatkan porsi liputan yang lebih ketimbang berita lainnya.

Mengapa media nampak ogah-ogahan menguliti Alexis?

Apakah karena sikap tegas Anies-Sandi terkait Alexis ini dinilai sebagai prestasi positif sehingga jika diberitakan secara investigatif akan berlawanan dengan kebijakan pemilik modal pada media-media mainstream?

Bisa jadi. Tengok saja kegaduhan di Tanah Abang yang dihadirkan secara simultan oleh Metro TV, Kompas dan Detik. Secara khusus, mereka membuat liputan yang sangat detail mengenai kondisi Tanah Abang, lengkap dengan framing "kesemrawutan" yang melingkupinya.

Sebuah teori iseng lain mengatakan bahwa media bungkam soal Alexis karena di antara begitu banyak pelanggan setia Alexis, beberapa nama pembesar media dan jurnalisnya menjadi langganan tetap di sana. Jadi agak mustahil berharap media mau secara berani melakukan liputan investigatif di Alexis.

Apapun alasannya, jangan slaahkan bila kini publik melihat bahwa kegalakan media kepada
Anies-Sandi tak lebih karena ada upaya menutupi borok dan aib yang lebih besar.