Balada Polisi: KEJINYA Hadapi Mahasiswa BEM Vs MANISNYA Kepada Tukang Bacok dan Kaum Kotak-Kotak


[PORTAL-ISLAM.ID] Jejaring media sosial memanas setelah sejumlah netizen memprotes keras perlakuan aparat kepolisan yang dinila tidak adil dalam menegakan hukum.

Hal ini terkait dengan perlakuan polisi kepada para mahasiswa massa Aksi Sidang Rakyat yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), Jumat 20 Oktober 2017.

Berikut bedanya.
Pelaku pembacokan ahli IT Hermasnyah malah diajak makan oleh pihak kepolisian dengan alasan kemanusiaan. Sedangkan para mahasiswa dibiarkan begitu saja.

Para Ahoker yang berdemo di depan LP Cipinang dibiarkan hingga tengah malam sedangkan demo mahasiswa BEM SI dibubarkan dengan cara brutal sampai beberapa mahasiswa babak belur dihajar pihak kepolisian.

Melihat ketidakadilan itu, para netizen pun berang.

Seperti diketahui BEM SI menggelar aksi di depan Istana Negara untuk memperingati 3 tahun  pemerintahan Jokowi-JK, Jumat 20 Oktober 2017. Massa Aksi menanti agar Jokowi bersedia keluar dan menemui mereka. Namun naas, alih-alih bertemu dengan Jokowi, para mahasiswa pemberani ini malah harus berhadapan dengan pihak kepolisian dan diciduk dalam kondisi berdarah-darah. (Baca: http://www.portal-islam.id/2017/10/demo-istana-bem-aparat-represif.html )

Saat ini diketahui ada 14 mahasiswa BEM yang ditahan oleh pihak kepolisian tanpa kepastian kapan akan dilepaskan.