Anies Sebut “Pribumi” Dibilang RASIS, Steven Hina Gubernur NTB “Pribumi Tiko (Tikus Kotor)” Mereka Mingkem


[PORTAL-ISLAM.ID] Pidato perdana Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta dituduh RASIS gara-gara mencantumkan kata-kata pribumi. Padahal Anies bicara Pribumi dalam konteks sejarah melawan kolonialisme.

"Jakarta ini satu dari sedikit kota di Indonesia yang merasakan kolonialisme dari dekat, penjajahan di depan mata, selama ratusan tahun. Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan. Kini telah merdeka, kini saatnya menjadi tuan rumah di negeri sendiri," kata Anies Baswedan dalam pidatonya, Senin (16/10/2017) di Balai Kota Jakarta.

Kaum gagal move on ini membully habis-habisan Anies Baswedan. Mereka tidak peduli itu bicara tentang sejarah. Atau malah karena mereka tersinggung merasa sebagai antek kolonial?

Sebaliknya, saat seorang gubernur dihina oleh Steven Hadisurya Sulistyo (Katholik, China) dengan dikata-kata RASIS: "Dasar Indo, Dasar pribumi, Tiko!", mereka semua mingkem. Apa karena yang menghina orang keturunan China dan yang dihina seorang gubernur muslim, sehingga mingkem?

Sebagai flasback, pada 9 April 2017 lalu, Gubernur NTB DR. K.H. TGB. Muhammad Zainul Majdi, atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang, dicaci maki di Bandara Udara Changi Singapore saat mengantri.

"Kami antri, saya keluar antrian ke salah satu petugas untuk tanya info penerbangan, istri tetap di jalur antrian. Mereka datang belakangan. Saya balik gabung istri, mereka ngamuk. Mereka pikir itu bukan istri saya awalnya. Malu mungkin lalu mengumpat-umpat. Kami mengalah pindah antrian tapi masih terus diumpat. Saya adukan ke polisi setiba di Jakarta," tutur Gubernur NTB, kepada Wesal TV.

Gubernur yang hafal Al Qur’an dan ikut Aksi Bela Islam 411 itu dihina dengan kata-kata rasis “Dasar Indo, Dasar Indonesia, Dasar Pribumi, Tiko”.

Yang mengejutkan adalah arti kata “Tiko”. Ternyata itu singkatan dari “tikus kotor” bahkan bisa memiliki arti “ti= babi” dan “ko= anjing.”

NAH, jelas penggunaan kata PRIBUMI oleh Steven ini bukan hanya RASIS, tapi KEJI.

Namun, mereka tak pernah meributkan. Tapi begitu Anies Baswedan menggunakan kata Pribumi saat bicara sejarah melawan kolonialisme penjajah, mereka malah menuding RASIS.

Jadi polemik yang terjadi hari ini bisa dilihat sederhana hanya upaya dari kelompok yang belum bisa move on menerima hasil Pilkada DKI Jakarta dan memanfaatkan media social untuk memprovokasi gubernur yang terpilih secara konstitusional.