Anies Baswedan "Philosopher King"


Abangku Denny JA mengkategorikan Anies Baswedan sebagai "pemikir". Track-recordnya selama ini memang identik di seputar dunia edukasi. Dari Rektor Paramadina sampai Menteri Pendidikan. Prestasi dan kinerjanya bagus. Ngga ada red-note. Yang ada, Anies difitnah.

Denny JA berharap Anies bisa jadi apa yang disebut Plato sebagai "Philosopher King", seorang pemimpin ideal yang cinta ilmu pengetahuan, dan memimpin dengan kearifan. Ini harapan semua orang.

Karena itu, menurut Denny JA, posisi gubernur adalah tantangan bagi seorang Anies Baswedan. A challenge bagi seorang pemikir sekaligus sukses jadi pemimpin pemerintahan. Denny JA kasi pedoman menarik: Visi, Kerja, Inspirasi.

Denny JA luar biasa. Pengalaman memenangkan sejumlah presiden, gubernur, walikota memposisikannya sekaliber resi, empu atau wizard.

Pedoman "visi, kerja, inspirasi" hanya sepanjang 1 inchi. Tapi ini merupakan kondensasi semua teori dan praksis leadership. Mirip rumus special relativity-nya Albert Einstein: E=MC2. Short, simple, yet contains every things in the universe.

Tapi, saya yakin Anies (bersama Sandiaga Uno) bakal sanggup memenuhi ekspektasi Denny JA dan banyak orang.

Anies, bagi saya, bukan hanya seorang thinker. Dia mantan Ketua HMI MPO di Yogyakarta. Artinya, dia mantan aktifis. Akarnya di gerakan. Jadi lengkap saat Anies kemudian berkutat di dunia pemikiran.

Rumusan visi, kerja, inspirasi saya terjemahkan jadi "planning, eksekusi, legacy". "Having a plan" adalah variable paling elementer dalam kitab The Art of War. Rencana sama dengan kalkulasi. Sun Tzu berkata, "the general who wins a battle makes many calculations in his temple ere the battle is fought."

Having a plan atau make a calculation tidak berarti ribet, lamban, ragu-ragu. Ingat kata Einstein, "We have to simplify, simplify, simplify. It takes more time, more thought, and more courage upfront to develop simple, straightforward systems and processes."

Begitu juga dimensi eksekusi. Anies-Sandi mesti cepat, tandas, menukik pada targeted point. Karena itu, mereka harus punya team work solid. Sehingga mereka bisa mewariskan (legacy) yang akan selalu diingat dan jadi inspirasi masyarakat Jakarta. Karena itu, mulailah dengan Bismillah.

Saya kira, istilah "tantangan" lebih tepat disebut "kesempatan".

Bagi seorang aktifis, sekarang adalah kesempatan bagi Anies Baswedan mengeksekusi apa pun projeksinya. Sebagai gubernur terpilih, dia punya legitimasi suara rakyat. Tidak ada lagi hambatan dan gangguan yang bakal menghalanginya mengeksekusi sebuah program. Dia ngga bisa lagi dipecat tanpa alasan.

Kata kunci dari saya: menyatulah dengan rakyat. Anies-Sandi dan rakyat mesti bagaikan ikan dan air. And everything is gonna be alright.

(Zeng Wei Jian)