Aktivis BEM jadi Tersangka, Guru Besar UI: Hati-hati Nak! Sekarang Polri Punya Peluncur Granat


[PORTAL-ISLAM.ID]  Sindiran keras dilontarkan guru besar Universitas Indonesia (UI), Nazaruddin Sjamsudin, terkait penetapan tersangka pada aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) pasca kericuhan demontrasi mengkritisi tiga tahun Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Nazaruddin Sjamsudin mengaitkan aksi mahasiswa dengan perlengkapan alutsista yang kini dimiliki Kepolisian.

“Hati-hati nak ya, Polri kita sekarang punya peluncur granat loh,” sindir Nazaruddin di akun Twitter @nazarsjamsuddin, Senn 23 Oktober 2017.
Pasca penetapan tersangka aktivis BEM, melalui rilis di akun instagram, BEM Seluruh Indonesia (BEM SI), menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo tidak peduli dengan permintaan mahasiswa untuk berdialog.

“20 Oktober, Aksi 3 Tahun Jokowi-JK yang digelar ribuan mahasiswa berjalan dengan efektif hingga malam hari. Konsisten dengan aksi damai, kami percaya kami mampu bertahan sampai Presiden bisa ditemui. Namun yang kami dapatkan hanya sikap tidak peduli Jokowi. Tengah malam, pembubaran dari aparat kami turuti. Belum jauh dari tempat aksi, kami dilempari batu dan dipukuli. Tidak tanggung, hingga darah tertumpah. Empat belas teman kami ditangkap dan dibawa ke Polda Metro Jaya tanpa surat perintah penangkapan.” Demikian sebagian rilis BEM SI.