Ustadz Alfian Tanjung: Markas PKI di Jakarta Itu Adalah LBH Jakarta


[PORTAL-ISLAM.ID] JAKARTA - Massa anti komunis yang mengepung kantor YLBHI Jakarta dibubarkan paksa oleh pihak aparat dengan menembakan gas air mata, Senin (18/9/2017) dinihari sekitar pukul 01.45 WIB.

Seketika massa berhamburan menghindar. Meski demikian, masih ada yang tetap bertahan. Di antara mereka yang bertahan terdengar erangan kesakitan dan teriakan takbir.

Massa pun mengeluhkan sikap polisi yang membubarkan paksa kerumunan orang anti-komunis tersebut.

"Ya Allah polisi kenapa nembakin kami. Kami bukan pembunuh seperti PKI," kata salah seorang dalam kerumunan massa ketika gas air mata diluncurkan. (Republika)

***

Kericuhan yang terjadi di YLBHI yang menggelar seminar yang dicurigai berbau PKI ini mengingatkan kembali dengan statemen Ustadz Alfian Tanjung "Markas PKI di Jakarta Itu Adalah LBH Jakarta".

[Berita 16/4/2016]
Ketua Taruna Muslim Ustadz Alfian Tanjung menyebut markas Partai Komunis Indonesia (PKI) di Jakarta itu adalah LBH Jakarta.

“Markas PKI di Jakarta adalah LBH Jakarta, itu catat Alfian Tanjung yang ngomong,” tegas Alfian saat jumpa pers ”Tolak Simposium PKI di Hotel Aryaduta 18-21 April 2016” yang digagas Front Pancasila di Graha 66 Jakarta, Sabtu (16/4/2016).

Pasalnya, kata Alfian, acara tempat wisata loka karya korban 1965 telah digagalkan oleh pihaknya dan selanjutnya berpindah ke LBH Jakarta. Alfian pun menunjukkan dokumen AD/ART milik korban 1965 yang merupakan hasil kongres terakhir.

“Kita tidak bisa membantah AD/ART komunis baru mereka. Ini adalah titik starting bahwa ada gerakan PKI. Dan AD/ART ini merupakan hasil kongres mereka terakhir,” bebernya.

Ditempat yang sama, Ketua Front Pancasila Shidki Wahab menyatakan pihaknya bersama-sama berkumpul untuk mencari solusi menghadapi langkah-langkah yang dilakukan para komunis yang ingin menghapus TAP MPRS XXV tahun 1965. Pihaknya pun juga menyepakati bakal menggagalkan simposium tersebut

“Ini jelas ada manipulasi kenapa yang diundang 90 persen dari kalangan mereka saja. Harusnya fifty-fifty, separuh dari kita dan separuh dari mereka. Jadi bisa tahu uneg-uneg nya. Kami lebih tidak ingin lagi jika mereka diberikan kompensasi. Permintaan maaf saja kita keberatan apalagi kompensasi,” tukasnya.

Link: http://www.beritaasatu.com/19303/17/04/2016/markas-pki-jakarta-adalah-lbh-jakarta-kata-alfian-tanjung.html