Terungkap, Israel di Balik Kudeta Turki


[PORTAL-ISLAM.ID] Sersan Ahmet Taşhanlıoğlu, salah satu terdakwa dalam kasus upaya kudeta Turki 15 Juli 2016 oleh kelompok pengikut Gulen, bersaksi di pengadilan bahwa ia telah mendengar mantan Jenderal Akın Öztürk bergumam “Israel telah meninggalkan kita” setelah mereka ditahan oleh pihak kepolisian setelah percobaan kudeta gagal.

Mantan Sersan Ahmet Taşhanlıoğlu turut serta dalam kasus landasan udara Akinci yang digunakan sebagai markas besar oleh kelompok FETO selama berlangsungnya upaya kudeta, mengatakan bahwa ia tidak berbicara dengan Öztürk selama berada dalam penjara, namun mendengar Jenderal tersebut bergumam “Israel telah meninggalkan kita” selama mereka menunggu diproses.

Ahmet juga menyebutkan bahwa mantan Brigadir Jenderal Kemal Mutlu kemungkinan ikut mendengar perkataan Otzurk.

“Saya merasa bahwa kekuatan asing ikut terlibat dalam usaha kudeta ketika mendengar Ozturk mengatakan hal tersebut,” kata Ahmet.

Sersan tersebut menolak dakwaan keterlibatannya dalam upaya kudeta dan menyatakan bahwa ia mempunyai bukti bahwa malam tersebut sedang berada di rumah.

Sementara itu, Öztürk membantah tuduhan tesebut, mengatakan bahwa pengadilan harus bertanya kepada Kemal Mutlu mengenai hal itu.

Ozturk ditahan bersama beberapa komandan militer yang terlibat dalam kudeta itu melalui operasi keamanan di seluruh negara.

(Jenderal Akin Ozturk. Kanan: saat ditahan pasca kudeta gagal) 

Jenderal Akin Ozturk pada tahun 1990-an pernah menjabat sebagai atase militer untuk Israel. Ozturk pernah menjabat sebagai komandan angkatan udara Turki bertugas sebagai atase militer di Kedutaan Tel Aviv sejak 1998-2000. Tahun 2015 pria 64 tahun ini berhenti bertugas sebagai komandan angkatan udara tapi melanjutkan karirnya sebagai anggota Dewan Tertinggi militer Turki.

Komplotan militer yang terlibat dalam upaya kudeta di Turki berasal dari Angkatan Udara, polisi militer, unit lapis baja, serta sebagian perwira Angkatan Darat.  (Turkinesia)