Suu Kyi: Banyak Hoax Dibuat Media, Aiman Witjaksono: ANEHNYA, Wartawan dan PBB Dilarang ke Myanmar


[PORTAL-ISLAM.ID]  Aung Suu Kyi, yang menjabat Konseler Negara dan merupakan pemimpin Myanmar sebenarnya, menegaskan krisis di Negara Bagian Rakhine telah diputarbalikkan oleh yang disebutnya 'informasi yang salah'.

Hal itu diungkapkannya setelah adanya tekanan dari dunia internasional selama beberapa hari belakangan yang berpendapat pemerintah Myanmar gagal melindungi warga Rohingya di Rakhine. (Sumber: Detik)

Namun, di sisi lain, Suu Kyi menutup akses masuk me Myanmar bagi Tim Pencari Fakta dan media yang ingin mencari tahu kebenaran krisis Rohingya.


Dikutip dari The Guardian, seorang pejabat Myanmar menyatakan, Myanmar akan menolak masuknya anggota ton investigasi dari PBB yang memfokuskan pada dugaan pembunuhan masal, pemerkosaan dan penyiksaan oleh pasukan keamanan Myanmar.
(Myanmar will refuse entry to members of a United Nations investigation focusing on allegations of killings, rape and torture by security forces against Rohingya Muslims, an official has said).

Menanggapi pernyataan Suu Kyi tersebut, seorang jurnalis televisi Indonesia, Aiman Witjaksono pun menyampaikan kritis kerjanya pada pemerintah Myanmar, dalam hal ini, Aung San Suu Kyi

Berkicau melalui akun twitternya, Aiman  menegaskan ada tanda tanya besar di balik pernyataan Suu Kyi tersebut. 

Bukan main-main.. BIG QUESTION!
Sebagai seorang jurnalis yang terkenal memiliki ketajaman analisis, selain pernah "membongkar" wajah asli mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Putnam dalam sebuah talkshow yang dipandunya, Aiman pun tercatat berhasil membongkar tipu-tipu di balik klaim dukungan satu juta KTP yang digalang Teman Ahok.

Maka, jika kini Aiman mempertanyakan kebijakan Myanmar yang di satu sisi mengecam kerja wartawan namun di sisi lain tak memberi akses bagi pekerja media dan investigator, kita pun perlu mempertanyakan hal yang sama.

Ada apa dengan Myanmar?