REZIM PENDUSTA. Janjinya Mau Gebuk PKI, Tapi Sekarang Ustaz Penggebuk PKI Malah Dibekuk Dua Kali


[PORTAL-ISLAM.ID]  Seperti diketahui, Ustaz Alfian Tanjung baru saja dibebaskan atas dakwaan ujaran kebencian Rabu, 6 September 2017 lalu.

Namun sesaat setelah dibebaskan, Uztaz Alfian Tanjung yang dikenal sebagai anti PKI ditangkap kembali dan dibawa ke Polda Metro Jaya. Polda Metro mengklaim Alfian Tanjung sudah berstatus tersangka atas kasus barunya itu.

"Tentunya status yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu," kata Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Kamis 7 September 2017.

Penetapan Alfian menjadi tersangka di Polda Metro Jaya berdasarkan laporan dari salah satu kader PDI Perjuangan, Tanda Perdamean Nasution karena merasa difitnah oleh Alfian. Alfian pernah menyebut kader PDI Perjuangan dan Kantor Istana Negara jadi sarang PKI di media sosial.

Ditangkapnya kembali Ustaz yang dikenal anti PKI ini justru menunjukkan bahwa pemerintahan Jokowi tidak konsisten dengan janji-janji yang dibuatnya.
Jokowi pernah bicara soal isu bangkitnya Partai Komunis Indonesia (PKI). Ia menegaskan tak ada ruang untuk komunisme di Indonesia.

"Saya mau bicara mengenai masalah yang berkaitan dengan PKI. Karena sekarang ini banyak isu bahwa PKI bangkit, komunis bangkit," kata Jokowi di hadapan para mahasiswa dan warga Muhammadiyah di Kampus Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, Sabtu, 3 Juni 2017.

Jokowi mempertanyakan soal desas-desus kebangkitan komunisme di Indonesia. Jokowi menegaskan, negara dengan sangat tegas melarang keberadaan PKI.

"Jadi, kalau bisa tunjukkan pada kita, tunjukkan pada saya, saya akan gebuk detik itu juga!" tambah Jokowi. 
Namun mengapa ketika Ustaz Alfian Tanjung menunjukkan bahwa PDI P adalah sarang PKI, dia justru dipolisikan dan dibekuk dua kali?