Presidium Tamasya Al-Maidah: Kekalahan Ahok Biang di Balik Penangkapan Asma Dewi

(Konpers Ahok-Djarot saat kekalahan di putaran kedua Pilkada DKI 2017)

[PORTAL-ISLAM.ID] Ketua Presidium Tamasya Al Maidah Ansufri Idrus Sambo atau yang dikenal dengan panggilan Ustadz Sambo menyebut kekalahan Basuki Tjahaja Purnama di Pilkada DKI Jakarta sebagai pemicu penangkapan terhadap Asma Dewi dan sejumlah orang.

Menurutnya, pemerintah, lewat tangan kepolisian, melakukan penangkapan terhadap sejumlah orang yang berlawanan dengan Ahok, termasuk Asma Dewi. Ustadz Sambo juga menghubungkan penangkapan ini strategi politik di Pilkada 2018 dan Pilpres 2019.

"Ini semua akibat kekalahan ahok," kata ustadz Sambo di Masjid Baiturrahman, Sahardjo, Jakarta Selatan, Kamis (14/9).

Presidium Tamasya Al Maidah sedianya dibentuk hanya untuk mengawal Pilkada DKI Jakarta 2017. Namun, kata ustadz Sambo, melihat situasi pasca kekalahan Ahok dan penangkapan tokoh sejumlah tokoh Islam, ia dan sejumlah pimpinan memutuskan mempertahankan Presidium Tamasya Al Maidah hingga Pilpres 2019.

Ustadz Sambo melanjutkan, pihaknya mengikuti kasus hukum Asma Dewi lantaran yang bersangkutan tercatat sebagai anggota Presidium Tamasya Al Maidah meski tak memiliki jabatan apa pun dalam presidium.

Ia juga tak ingin bicara banyak perihal dugaan keterkaitan Asma Dewi dengan grup penyebar ujaran kebencian, Saracen.

"Itu urusan pribadi Bu Asma. Yang jelas dia anggota kami, bantu cukup banyak kontribusi," ujar Sambo.

Tim hukum Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) yang mendampingi Asma Dewi mengkritik proses penyelidikan Polri terhadap kasus kliennya.

Polri dinilai membelokkan kasus dari awalnya ujaran kebencian menjadi keterkaitan dengan Saracen.

"Sejak ditangkap awal itu baru sebatas pemeriksaan menyebutkan suatu ujaran kebencian pada suatu golongan berdasarkan SARA. Menurut kami penyidik fokus dulu pada itu," kata Juju Purwanto dari LBH Bang Japar.

Juju juga menegaskan sampai saat ini tidak ada pemeriksaan terkait Saracen kepada Asma Dewi.

"Masih sangat dini kalau menuduh dan mengaitkan Asma Dewi dengan transfer Rp75 juta. Saya yakin itu tidak benar karena ibu Asma Dewi tidak melakukan hal semacam itu," tutur Juju.

Sumber: CNN Indonesia