Presiden Turki Erdogan layak mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian


[PORTAL-ISLAM.ID] ISTANBUL - Sebuah acara ombudsman internasional di Istanbul pada hari Selasa (26/9/2017) menilai Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan layak menerima Hadiah Nobel Perdamaian.

Hal itu disampaikan pada sesi pagi Simposium Internasional ke-4 tentang Lembaga Ombudsman, dengan pejabat dari Bangladesh, Malaysia, Indonesia, Romania, Sudan, dan negara kepulauan Mauritius.

Ketika para peserta mendiskusikan Myanmar dan memuji upaya presiden Turki dan ibu negara Emine Erdogan untuk membantu Muslim Rohingya yang dianiaya di negara itu, seorang pejabat dari Mauritius meminta agar presiden Erdogan dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian.

Proposal tersebut menyebutkan bahwa perjuangan Erdogan melawan tatanan dunia yang tidak adil, juga kontribusinya terhadap umat manusia dan memberikan suara untuk orang-orang yang menderita.
Meskipun tidak ada pemungutan suara atas usulan tersebut, para peserta sepakat bahwa dia layak mendapat nominasi nobel.

Usulan tersebut datang satu minggu sebelum pengumuman hadiah Nobel tahun 2017, dengan pemenang hadiah perdamaian yang akan diumumkan pada 6 Oktober.

Menurut Komite Nobel Norwegia, proses nominasi hadiah perdamaian dimulai pada bulan September setiap tahun, dan komite tersebut bertanggung jawab untuk memilih kandidat.

Nama nominator tidak bisa terungkap sampai 50 tahun kemudian.

Turki telah berada di garis terdepan untuk memberikan bantuan kepada pengungsi Rohingya, dan Presiden Erdogan menyoroti masalah ini di Majelis Umum PBB tahun ini.

Dibawah kepemimpinan Presiden Erdogan, Turki juga menampung jutaan pengungsi korban perang terutama dari Suriah.

Tahun lalu, Presiden Kolombia Juan Mauel Santos dianugerahi hadiah perdamaian "atas usaha tegasnya untuk mengakhiri perang saudara di negara ini selama lebih dari 50 tahun," menurut situs resmi Nobel.

Sumber: worldbulletin