NAHLOH! Menlu Retno KLAIM Indonesia Termasuk Negara Pertama yang Respon Rohingya. Netizen Malah Ucapkan: Terima Kasih, TURKI!


[PORTAL-ISLAM.ID]  Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menanggapi kritik yang menganggap Indonesia lamban merespon krisis kemanusiaan terhadap etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar.

Melalui jumpa pers di Kementerian Luar Negeri, Retno mengklaim Indonesia termasuk negara pertama yang merespon konflik yang menyebabkan banyak korban jiwa tersebut.

"Indonesia juga yang merespons cepat krisis pada Oktober lalu," ujar Retno dalam jumpa pers di kantor Kemenlu, Ahad, 3 September 2017.

Sumber: Tempo

----------------------

Pernyataan dan klaim Menlu Retno bahwa Indonesia termasuk cepat merespon konflik di Rakhine pada  bulan Oktober 2016. Padahal konflik yang menimpa etnis Rohingya sendiri sudah dimulai jauh sebelum tahun 2016. 

Bahkan, mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), beberapa kali tercatat secara aktif merespon konflik di Myanmar, bahkan telah bertemu dengan pemimpin Myanmar dan mengupayakan sebuah mediasi pada masa jabatannya.

Jika klaim Menlu Retno ini melibatkan para pemimpin sebelum Jokowi, maka tak ada yang salah dengan klaim tersebut. Akan tetapi, jika klaim tersebut hanya berdasarkan respon pemerintah Indonesia pada konflik di Myanmar tahun 2016, maka klaim tersebut terasa menggelikan karena menihilkan respon cepat pemerintah Indonesia sebelum Jokowi atas konflik yang menimpa etnis Rohingya.

Sementara itu, dunia Internasional mencatat Turki adalah negara yang paling sigap dan cepat merespon pembantaian di Rohingya tahun ini dengan langkah-langkah kemanusiaan yang nyata.

Upaya Turki ini pun diapresiasi luas oleh publik Indonesia, sehingga alih-alih menanggapi klaim menlu Retno, publik justru berterimakasih kepada pemerintah Turki dan Presiden Erdogan.