MEMBONGKAR DUSTA Putra Aidit dan Sukmawati Soekarno


[PORTAL-ISLAM.ID]  Dalam acara ILC  bertema "PKI, Hantu atau Nyata" yang tayang semalam, Selasa, 19 September 2017, Sutradara film (alm) Arifin C. Noer mendapat kritik tajam dari berbagai pihak, termasuk Ilham Aidit (putra tokoh PKI DN Aidit) dan Sukmawati (putri presiden Soekarno).

Sukmawati mengaku, Arifin C Noer memberi pernyataan bahwa film Pengkhianatan G30S/PKI adalah film pesanan dari pemerintah orde baru.

"Tau sendirilah, Sukma.. Film ini adalah pesanan, order dari rezim orde baru, dari rezim Soeharto" ucap Sukma menirukan Arifin.

Ia pun menuding ada banyak rekayasa dalam film tersebut.

"Seperti adegan merokok itu kan tidak benar," ungkap Sukma.

Senada dengan Sukmawati, Ilham Aidit pun menyebutkan bahwa ayahnya bukanlah seorang perokok, semasa hidupnya tak pernah sekali pun dia merokok.

Bahkan, Aidit pernah diejek pemimpin dunia, seperti Fidel Castro, Bung Karno dan Mao Zedong, karena kebiasaan tak merokoknya itu. Peristiwa itu terjadi saat Aidit mendampingi Presiden Soekarno ke Havana, Kuba.

Pernah Aidit rapat dengan petinggi-petinggi dan diminta untuk merokok. Aidit pun mencoba mengisap dan batuk.

"Pakar-pakar itu mem-bully Aidit," ujarnya dalam diskusi di ILC, TV One, Selasa, 19 September 2017 malam.

Menanggapi dua hal itu, istri sutradara Film G30S/PKI Arifin C Noer, Jajang C Noer membantah pernyataan Sukmawati Soekarnoputri bahwa film tersebut banyak bohongnya, rekayasa dan pembuatannya di bawah tekanan tentara.

Jajang mengatakan, sebelum membuat film tersebut Arifin kesulitan menemui orang-orang PKI dan hanya bertemu Sjam Kamaruzzaman dan banyak diamnya ketika ditanya.

“Arifin tanya tentang kebiasaannya Aidit, dan Kamuruzzaman bilang biasa saja, ditanya tentang Aidit merokok dan Kamuruzzaman hanya jawab, 'ya, seperti orang biasa saja'..” kata Jajang.

Pernyataan Jajang C. Noer juga senada dengan bukti-bukti sejarah  yang tidak bisa terbantahkan seperti foto, tulisan sejarah, dan juga hasil wawancara. (Baca: http://www.portal-islam.id/2017/09/3-fakta-sejarah-ini-membantah.html )