LAPORAN Amnesty Internasional: Myanmar Menggunakan "Taktik Bumi Hangus" di Rakhine


[PORTAL-ISLAM.ID] Lembaga HAM dunia, Amnesty Internasional dalam laporannya terbaru yang diberitakan Aljazeera, Jumat (15/9/2017), menyebut tentara Myanmar dan gerombolan sipil melakukan tak tik bumi hangus terhadap Rohingya di Rakhine state, Myanmar.

Pasukan keamanan dan gerombolan main hakim sendiri di Myanmar melaksanakan sebuah kebijakan bumi hangus di wilayah mayoritas Muslim di Negara Bagian Rakhine, membakar seluruh desa Rohingya dan menembaki orang-orang saat mereka mencoba melarikan diri, kata Amnesty International.

Menurut data satelit baru, data deteksi kebakaran, foto dan video dari lapangan, kelompok hak asasi manusia ini mengatakan pada hari Kamis (14/9) bahwa setidaknya ada 80 kebakaran berskala besar di daerah-daerah yang didiami di negara bagian Rakhine utara sejak 25 Agustus 2017.

"Buktinya tidak terbantahkan - pasukan keamanan Myanmar telah mensetting pembakaran negara bagian Rakhine utara dalam sebuah kampanye yang ditargetkan untuk mendorong orang-orang Rohingya keluar dari Myanmar," kata Tirana Hassan, Direktur Penanggulangan Krisis Amnesty International.

"Jangan salah: ini adalah pembersihan etnis," tegas Amnesty Internasional.

Sedikitnya 370.000 orang Rohingya diperkirakan telah melarikan diri dari Negara Bagian Rakhine ke negara tetangga Bangladesh sejak 25 Agustus lalu.

Dalam laporan Amnesty Internasional tersebut, warga Rohingya mengatakan bahwa tentara, polisi dan kelompok main hakim sendiri kadang-kadang mengelilingi sebuah desa dan menembak ke udara sebelum memasuki desa, namun seringkali akan menyerang dan mulai menembaki ke segala arah.

"Ketika militer datang, mereka mulai menembaki orang-orang yang sangat ketakutan dan mulai berlari, saya melihat militer menembak banyak orang dan membunuh dua anak laki-laki. Mereka menggunakan senjata untuk membakar rumah kami," kata seorang yang selamat.

"Dulu ada 900 rumah di desa kami, sekarang hanya 80 yang tersisa. Tak ada yang tersisa untuk mengubur mayatnya."

Amnesty mengatakan bahwa pihaknya dapat menguatkan pembakaran dengan menganalisis foto-foto yang diambil dari seberang Sungai Naf di Bangladesh, yang menunjukkan pilar besar asap yang meningkat di dalam Myanmar.

Organisasi hak asasi internasional ini mengatakan bahwa di beberapa daerah, pemerintah daerah memperingatkan desa-desa terlebih dahulu bahwa rumah mereka akan dibakar, sebuah indikasi yang jelas bahwa serangan tersebut disengaja dan direncanakan.