Kota-Kota di Turki Dipenuhi Aksi Solidaritas Terhadap Muslim Rohingya


[PORTAL-ISLAM.ID] Pada Rabu (30/8) kemarin, setidaknya 4 kota besar di Turki melakukan aksi penolakan terhadap genosida yang dilakukan tentara Myanmar terhadap minoritas muslim Rohingya. Para demonstran menganggap dunia internasional berlaku tidak adil bahkan menutup mata. Para demonstran menekankan bahwa mereka tidak akan tinggal diam melihat kejahatan ini terjadi.

Para demonstran berasal dari berbagai kalangan dan organisasi. Mereka sepakat menolak genosida terhadap muslim Rohingya dan menuntut dunia internasional segera turun tangan. Dalam aksi teraebut, dilakukan juga shalat Ghaib bagi korban yang meninggal. Menurut Abidin Ajar, salah seorang peserta aksi di Timur Turki, tentara Myanmar dan para ekstremis Budha sudah melakukan pelanggaran berat dan sangat tidak manusiawi. Menurutnya, genosida yang dilakukan Myanmar sudah menjadi issue internasional, pembantaian yang terjadi di Myanmar dijadikan senjata dalam memerangi umat Islam di sana.

Di kota Van, wilayah ujung timur Turki, masyarakat juga melakukan aksi menentang genosida yang menimpa muslim Rohingya. Dalam kesempatan tersebut mereka juga melaksanakan shalat Ghaib. Di dinding masjid Umar bin Khattab, masjid utama di wilayah tersebut, terlihat tulisan ayat Al Quran surat Ibrahim ayat 42. Ayat tersebut ditulis dalam tiga bahasa, Arab, Turky dan Inggris.

"Dan janganlah sekali-kali kamu [Muhammad] mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata [mereka] terbelalak." (QS Ibrahim: 42)

Para demonstran juga menggantung spanduk di dinding masjid dengan tulisan "Hanya yang nuraninya rusak dan hatinya keras yang masih diam melihat genosida terhadap muslim Rohingya".

Arkan Ozturks, ketua partai MHP untuk wilayah Manisa menyampaikan bahwa kewajiban kita sebagai manusia untuk mendengar jeritan minoritas muslim Rohingya. Pesan ini disampaikannya kepada pemimpin dunia yang mendadak tuli terhadap kasus genosida ini. Ozturks juga menyampaikan rasa sedihnya melihat tanggapan dunia internasional yang jauh dari kata layak. Menurutnya lagi, partainya akan terus memantau perkembangan pembantaian muslim Rohingya sampai kasus ini benar-benar tuntas diusut lembaga hukum internasional.

Aksi yang sama juga terjadi di beberapa kota lainnya seperti di Karaman, selatan Turky.

Adapun Erdogan sendiri sebagai presiden Turki pada Rabu lalu telah mengeluarkan sikap. Dirinya bersama rakyat Turki tidak akan meninggalkan muslim Rohingya sendirian menghadapi kedzoliman. Menurut Erdogan, Turki tidak akan bisa berdiam diri melihat kedzoliman di belahan bumi manapun.

Seperti diketahui, sejak 25 Agustus yang lalu militer Myanmar bersama ekstremis Budha kembali melakukan kejahatan kemanusiaan terhadap muslim Rohingya. Komisi Rohingya Eropa pada Senin lalu mengumumkan bahwa sudah sekitar tiga ribu muslim Rohingya meninggal, dan itu terjadi hanya dalam kurun tiga hari saja. Pada Oktober tahun lalu, sekitar 87 ribu muslim Rohingya mengungsi ke Bangladesh guna menyelamatkan diri dari pembantaian yang dilakukan militer Myanmar bersama para ekstremis Budha di sana.

Sumber: Turkeyalaan