Kaum Pejuang "Toleransi" Berisik Ketika Korbannya Non-Muslim, Tapi Bisu Ketika Korbannya Muslim


Kaum yang mengaku pejuang "toleransi" itu berisik luar biasa kalau non muslim jadi korbannya, meski hanya satu dua saja jumlahnya..

Tapi kalau korbannya muslim, boro-boro mereka bersuara membela, empati saja mereka tidak punya..mereka malah asyik bersembunyi di balik kata-kata..meski korban sudah ratusan bahkan ribuan jiwa..

Tapi kita tidak perlu meminta mereka bersuara, karena kita memang harus memperjuangkan nasib kita dan saudara-saudara kita sendiri, dengan segenap cara dan segenap kekuatan yang kita punya..

Wahai jiwa-jiwa yang merdeka, pembantaian di Rohingya bukan sekedar soal agama, ini soal pembantaian ribuan jiwa manusia..oleh karenanya, ia hanya memanggil manusia-manusia yang berjiwa, yang mau berbuat nyata tanpa banyak kata dan cerita.

Mari berkorban apa saja yang kita bisa untuk saudara-saudara di Rohingya, karena melindungi jiwa adalah kewajiban agama dan menjaga ketertiban dunia adalah amanat UUD'45.

(DR. Mukhamad Najib)