GEGER!! MENGUNGKAP FAKTA Mengapa Tsamara Amany BUNGKAM Soal Reklamasi


[PORTAL-ISLAM.ID] Nama Tsamara Amany, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia makin sering terdengar, terutama sejak Tsamara secara terbuka berani mengkritik Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah melalui linimasa twitter.

Tsamara pun nekad menampilkan diri di hadapan khalayak melalui program Indonesia Lawyer's Club dan bertarung berhadap-hadapan dengan Fahri Hamzah.

Oleh sebagian besar pendengung, Tsamara pun dielu-elukan karena dianggap mampu membungkam Fahri Hamzah, Sang Singa Parlemen itu. Meski, bagi sebagian lagi yang paham, terutama pemerhati body language, Fahri sama sekali tak bungkam. Ia bahkan terlihat seperti seekor singa lapar yang disuguhi ikan teri. Sama sekali bukan lawan sebanding yang mampu menggugah adrenalinnya.

Hingga detik ini, Tsamara teguh membela KPK. Tsamara mengesampingkan fakta bahwa anggota pansus angket KPK adalah kader partai pendukung pemerintah. Tsamara yang sempat meminta publik untuk tidak memilih partai pendukung angket KPK, tiba-tiba protes ketika sebuah media menuliskan bahwa Tsamara mengajak publik memboikot parpol pemerintah pendukung angket KPK.

ANEHNYA, tak sekalipun Tsamara, yang juga gigih membela Ahok, mau menyuarakan kepedulian untuk reklamasi Jakarta yang sarat konflik itu.

Usut punya usut, ternyata ada konflik kepentingan yang memaksa Tsamara bungkam, atau paling tidak, berusaha menghindari isu terkait reklamasi.

Tsamara dan orangtuanya

Rupanya, ayah Tsamara, Muhammad Alatas adalah seorang pengusaha yang kecipratan rezeki dari proyek reklamasi.


Dikutip dari laman Bao Mining Development Group, sebuah kelompok usaha asal China, www.bbmmining.com/index.php?ac=article&at=read&did=138 diketahui bahwa ayah Tsamara Muhammad Alatas, mewakili PT Hikmah Albros, sebuah perusahaan multi usaha, telah menandatangani perjanjian bernilai profit besar yang menggantungkan keberlangsungan proyek mereka pada kegiatan reklamasi di Teluk Jakarta itu.

Tsamara, yang belum lama ini "dihajar" publik terkait biodata bodongnya, kini kembali dihajar publik dengan fakta-fakta tak sedap terkait sepak terjang bisnis ayahnya ini.

Jika Tsamara berani berteriak Save KPK, masih beranikah Tsamara berteriak lantang STOP REKLAMASI?

Publik menanti keberanian si anak bau kencur untuk secara jujur memuliakan rakyat. Agar publik yakin, ia tak hanya sekedar politisi kacangan yang ingin naik daun dan menggapai tangga popularitas melalui isu korupsi.