E-Money ala Lintah Darat bin Kucing Garong


"E-Money ala Lintah Darat bin Kucing Garong"

Semakin jelas, pengendara mobil pengguna tol, commuter line dan busway WAJIB menggunakan e-money.

Bayar Tol Wajib Gunakan E-Money Berlaku Oktober 2017
https://www.cermati.com/artikel/bayar-tol-wajib-gunakan-e-money-berlaku-oktober-2017

Setelah Tol, Beli BBM Juga Wajib Pakai Uang Elektronik
http://otomotif.kompas.com/read/2017/09/16/165100715/setelah-tol-beli-bbm-juga-wajib-pakai-uang-elektronik

Rakyat pengguna fasilitas publik selain sebagai donatur riba e-money, masih dirampok dengan biaya isi ulang, jadi harap diperhatikan isi ulang sudah gak gratis lagi.

Isi Ulang e-Money Kena Biaya, Gubernur BI: Jumlahnya Tak Besar
https://finance.detik.com/moneter/3645062/isi-ulang-e-money-kena-biaya-gubernur-bi-jumlahnya-tak-besar

Uang yang mengendap di e-money, tidak langsung dipakai ya, misal 50ribu per orang, kali 5 juta pengguna, dihutangkan kepada korban riba dengan bunga 10% saja sudah berapa keuntungannya? ini jelas prakter RIBA menggunakan dana donatur. Ini BISNIS MENGGIURKAN bagi bankir, dengan modal infrastruktur elektronik, tidak susah mengumpulkan dana, dan tidak memberikan upah dari dana yang dikreditkan, langsung dapat hasil riba.

Sebagian ulama memandang, bagi pengguna e-money atau donaturnya jika memang melihat dari sisi manfaatnya tidak berdosa, tapi bagi penyedianya ini jelas, tunggu di akhirat.

Dan lebih parah lagi, pengguna e-money atau donatur riba dikenakan biaya saat isi ulang/top up. Biayanya Rp1500 - 2000, bayangkan berapa uang yang dirampok untuk sebuah transaksi minimum pengisian 20 ribu? Kalau tiap bulan tiap pengguna e-money isi sekali saja, 2000 x 5 juta pengguna. 10 Milyar. Itu duit cuma-cuma ya. Kalau dalam sebulah 3 kali kan jadi 30 Milyar. Sekali lagi itu duit yang dirampok ya 30 Milyar, seharga rumah di Menteng, tiap bulan.

DIPERAS... DIPERAS LAGI... TERUS DIPERAS...

BEGITULAH KEADAAN RAKYAT SEKARANG...

Sedih nggak jadi warga negara, bong?

(Fachim Harharah)