Dari Bali Berangkat ke Rakhine Demi Memberi Bantuan Kemanusiaan Untuk Rohingya

(Pengungsi Rohingya yang menyelamatkan diri dari kekejaman rezim Myanmar)

[PORTAL-ISLAM.ID] DENPASAR - Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Bali memberangkatkan beberapa personel perwakilan Bali menuju Myanmar dalam rangka untuk memberi bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Rohingya.

Ketua BSMI Bali, Bambang Widjanarko mengatakan, pemberangkatan personel BSMI dari Bali ini adalah aksi kemanusian sebagai bentuk kepedulian terhadap etnis Rohingya yang terusir di Negara Myanmar.

"Rencana kita mau memberikan bantuan logistik di daerah Rakhine (juga dikenal sebagai Arakan, atau Rohang dalam bahasa Rohingya) mudah-mudahan bisa masuk karena kita lihat kondisi juga," kata Bambang saat dikonfirmasi, Jumat (8/9/2017).

Personel BSMI akan berangkat pukul 17.00 WIB dari Jakarta menuju Singapura dan langsung menuju Myanmar tepatnya di daerah Rakhine.

Sebelum memberangkatkan personelnya, pihak BSMI melaksanakan silaturahmi ke Kedutaan Besar RI untuk berkoordinasi dengan Myanmar Medical Assosiacition (MMA).

Seperti diketahui, BSMI adalah lembaga kemanusiaan yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan dan kesehatan yang berperan membantu semua manusia dengan tidak memandang Agama, Suku, Ras dan sebagainya.

Dalam program luar negeri, BSMI sudah melakukan aksi ketika terjadi konflik di Gaza Palestina, bantuan korban angin topan di Filiphina dan masih banyak lagi.

(Ketua BSMI Bali, Bambamg Widjanarko Silaturahmi Ke Kantor MUI Bali Sebelum Berangkat Ke Myanmar)

BSMI sebagai lembaga kemanusian sudah sering melakukan aksi kemanusian di berbagai Negara diseluruh dunia, dan pada tahun 2012 lalu juga pernah masuk ke daerah pengungsian disekitar Rakhine di Myanmar.

"Dulu kita memberikan bantuan berupa makanan biasa, berupa beras dan lauk-lauk (sembako) disana," imbuhnya.

Terkait perwakilan dari Bali, BSMI memberangkatkan beberapa orang personel dari Bali yakni Bambang Widjanarko bersama rekannya.

"Kita masuk tim 1, nanti kita lihat situasinya seperti apa, insyaAllah ada tim kedua dari dokter-dokter spesialis yang mungkin nanti akan mengadakan pelayanan bantuan logistik," tutupnya.