Alasan Saya Mendukung Jenderal Gatot


Alasan Saya Mendukung Jenderal Gatot

By: Ust. Nandang Burhanudin

(1) Tepikan dulu buruk sangka. Terutama jika kita tidak menemukan hal yang patut disuuzhoni.

(2) Saya menolak Jenderal Gatot disamakan dengan AsSisi di Mesir. Jenderal yang berpenampilan alim, tapi kemudian lalim.

(3) Alasannya mudah. Rekam jejak GN dengan AsSisi jauh beda. Plus, TNI sejak 1998 adalah organ negara yang sukses mereformasi diri.

(4) Tentu beda dengan AsSisi. Sekedar siapa ayahnya saja, masih bluuur. Spot gelapnya terlalu kelam. Ia adalah susupan Israel, itu nyata.

(5) Gampang kedua, adakah perilaku dan sikap Jenderal GN sejak dipilih sebagai KASAD dan Panglima mengecewakan umat? Sebutkan satu saja.

(6) Terlalu dini kalau kita menghubungkan Jenderal GN sebagai good soldier vis a vis bad copnya TK, yang dimainkan Jokowi.

(7) Saya menganggap -bisa salah-, Jenderal GN adalah Jenderal "hijau" mirip dengan Letjen Syafri Syamsudin mantan Pangdam Jaya yang dulu akomodatif itu.

(8) Soal Jenderal GN "dibiarkan" bermanuver, tentu bukan hal aneh. Tidak seperti Polri, TNI masih belum terbeli apalagi melacurkan diri.

(9) Arah ke sana sudah pasti ada. Terlalu bodoh jika TNI "dipolisikan" terlalu cepat. Selain tidak logis, TNI terikat Sapta Marga dan jiwa korsa bukan pemerkosa.

(10) Bagusnya TNI mengambil peran seperti militer Thailand. Demokrasi kebablasan yang melahirkan korupsi, dikembalikan kepada titah raja dan negara.

(11) Jadi Jenderal GN membawa pesan itu, bahwa ada arogansi sipil bersenjata yang secara kasat mata dibiarkan merajalela.

(12) Tentu kita harus menyambut baik peran TNI yang bisa mencairkan keangkuhan Komunisme baru, yang berlindung di balik Jokowi.

(13) Soal Jenderal GN mau dicalonkan jadi Cawapres (atau Capres), tentu harus dipersilahkan. Toch pemabuk dan pembohong saja terbuka lebar.

(14) Tentu Polri dan Jokowi harus mendengar warning Jenderal GN. Seandainya TNI tidak mencintai NKRI, serbu menyerbu dan membuat meringis buka sekadar teoritis bukan?

(15) Kalau bagi saya, biarkan Jenderal GN melakukan tugasnya sebagai bhayangkari. Toch kita terbukti, tak mampu melindungi para habib dan para ustadz anti PKI dari serbuan bukan?