Ahli Hukum Internasional Prof. Hikmahanto: Indonesia Harus Berani Ajak ASEAN Embargo Myanmar, Itu Solusinya!


[PORTAL-ISLAM.ID] Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Prof. Hikmahanto Juwana, mengatakan, pemerintah Indonesia harus ajak anggota ASEAN lainnya untuk melakukan boikot/embargo ekonomi terhadap Myanmar. Karena tekanan politik semacam itu yang bisa menekan Myanmar untuk menghentikan dan menyelesaikan genosida terhadap etnis Rohingya.

Bantuan kemanusiaan tidak akan menyelesaikan masalah. Karena persoalannya genosida, pembunuhan, pengusiran terhadap etnis Rohingya sudah berulang-ulang terjadi.

Prof. Hikmahanto Juwana dalam acara di KompasTV menyatakan:

"Pertanyaan mendasar adalah apa yang dingin dilakukan oleh pemerintah Indonesia? Apakah sekedar membantu etnis Rohingya yang saat ini menghadapi masalah atau benar-benar ingin mengakhiri permasalahan ini agar tidak muncul lagi?" 

"Untuk masalah kemanusiaan sudah banyak dilakukan, tetapi itu tidak akan menyelesaikan masalah."

"Karena permasalahan mendasar yang ada adalah pemerintah Myanmar sampai dengan hari ini tidak mengakui etnis Rohingya sebagai warga negaranya."

"Apakah pemerintah RI dan negara-negara ASEAN akan berdiam diri akan mengatakan ini masalah internal dalam negeri Myanmar ketika masalah kejahatan internasional (etnic cleansing/genosida) dilakukan oleh pemerintahan Myanmar?"

"Pemerintah Indonesia tidak bisa berdalih mengatakan biarkan PBB yang menyelesaikan."

"Kalau menurut saya Menlu RI harus mengatakan: 'Kami harus tegas. Dan kami ASEAN kalau Myanmar masih tetap seperti ini maka kami akan melakukan embargo ekonomi. Masalah genosida tidak akan kami biarkan' "

"Apa yang dilakukan sekarang tidak ada efek menyelesaikan masalah, teapi dengan embargo ekonomi akan berpengaruh. Ketika Myanmar masih dipimpin junta militer dan dunia ingin dilakukan demokratisasi di Myanmar maka dilakukan embargo ekonomi dan akhirnya Myanmar tunduk, akhirnya dilakukan pemilu. Ini (embargo ekonomi) juga yang harus kita lakukan (kalau ingin menyelesaikan persoalan Rohingya biar tidak berulang)."

Selengkapnya Video: