3 FAKTA SEJARAH INI MEMBANTAH Pernyataan Bahwa Aidit Tidak Merokok


[PORTAL-ISLAM.ID] Ilham Aidit, putra bungsu pemimpin senior Partai Komunis Indonesia (PKI), Dipa Nusantara Aidit, menyatakan film G30S/PKI penuh rekayasa, banyak kebohongan tentang sosok ayahnya yang diperankan dalam film tersebut.

Menurut Ilham Aidit, salah satu kebohongan itu adalah DN Aidit tidak merokok, namun di dalam film tersebut sang sutradara merekayasa seolah-olah Aidit adalah seorang perokok.

Hal ini disampaikan Ilham Aidit dalam program Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One, Selasa (19/9/2017) lalu.

Pasca pernyataan Ilham Aidit bahwa bapaknya tidak merokok ini, ditemukan FAKTA-FAKTA YANG MEMBANTAH PERNYATAAN ILHAM AIDIT

(1) FOTO AIDIT MEMEGANG ROKOK

Pasca bantahan Ilham Aidit, di sosial media beredar foto DN Aidit yang sedang merokok.

"Di media juga sekarang sedang dihembuskan bahwa Aidit tidak merokok, jadi film Pengkhianatan G30S-PKI itu hoax. Nah ini Aidit lagi megang lintingan apa? ganja?!" ujar netizen Irfan Noviandana yang mengunggah foto DN Aidit.

(2) Berita Tempo pada 2015 dengan judul "Sebelum Didor Aidit Minta Rokok ke Eksekutor".

Ketua Committee Central Partai Komunis Indonesia Dipa Nusantara Aidit ditangkap di Solo pada 22 November 1965 oleh TNI. Besoknya, pada 23 November 1965, Aidit dieksekusi mati di Boyolali, Jawa Tengah, kabupaten yang dekat dengan Solo.

Setelah ditangkap di balik lemari di rumah milik simpatisan PKI di Solo, Aidit diajak ke ruang depan tempat meja yang masih ada sisa kopi dan puntung rokok. Saat hari nahas itu Aidit sempat menikmati kopi dan rokok di ruang depan, ruangan terbuka seperti umumnya rumah orang Jawa. “Intelijen meyakini posisi Aidit di rumah itu akibat Aidit ceroboh minum kopi di ruang terbuka,” kata Ms, seperti ditirukan sahabatnya.

Link: https://m.tempo.co/read/news/2015/10/02/078706002/eksklusif-g30s-sebelum-didor-aidit-minta-rokok-ke-eksekutor

(3) Wawancara Aidit dengan Intisari pada Maret 1964

Dulu Intisari pernah punya kebiasan berkunjung ke kantor beberapa pentolan partai politik yang ada di Indonesia waktu itu.

Salah satunya adalah Dipa Nusantara Aidit pada pertengahan 1964—setahun sebelum geger 30 September 1965 terjadi.

Berikut pengalaman Intisari berkunjung ke kantor CC PKI di Jalan Raya Kramat, Jakarta Pusat.

Selama wawancara 2 jam itu, Aidit banyak minum, rokok, dan secangkir kopi pahit.

Link: http://intisari.grid.id/Unique/Fokus/Aidit-Ketika-Diwawancarai-Intisari-Pada-Maret-1964-Puncak-Perjuangan-Politik-Saya-Adalah-Proklamasi-Kemerdekaan-Entah-Nanti?page=7

NAHLOH...

SIAPA YANG BOHONG?

SIAPA YANG TUKANG TIPU?