TURKI Negara Terbesar Dalam Bantuan Kemanusiaan ke Seluruh Penjuru DUNIA


[PORTAL-ISLAM.ID] Menurut Global Humanitarian Assitance Report (Laporan Bantuan Kemanusiaan Dunia) dari Development Initiative (DI) yang dirilis bulan Juni 2017, Turki menjadi negara terbesar kedua setelah Amerika Serikat yang paling banyak berkontribusi pada bantuan kemanusiaan.

Data ini menunjukkan Turki memberi kontribusi sebesar 6 Milyar Dollar dalam bentuk bantuan kemanusiaan di tahun 2016 sementara Amerika berkontribusi sebesar 6.3 Milyar Dollar.

Turki bahkan berada di peringkat pertama bantuan kemanusiaan bila dilihat dari sisi pendapatan nasional. Ini terbukti dari GDP Turki yang hanya sejumlah 857 Milyar Dollar pada 2016 bila dibandingkan dengan Amerika Serikat yang berjumlah 18.7 Triliun Dollar.


Bantuan kemanusiaan Turki di tahun 2015 berjumlah 3.2 milyar Dollar. Pada 2016, bantuan ini meningkat dua kali lipat menjadi 6 milyar Dollar.

Selama ini Turki berada di peringkat ketiga pada laporan DI dari tahun 2013, 2014, dan 2015, tapi naik ke peringkat kedua pada 2016.

Turki menolong banyak wilayah yang tak terjangkau oleh beberapa Negara dan institusi lainnya. Meski kenyataannya Turki bukanlah Negara terkaya di dunia, Turki telah membawa dirinya menjadi penyedia bantuan kemanusiaan teratas, yang menunjukkan kedermawanan rakyat Anatolia (Turki).

Turki menampung lebih banyak pengungsi Suriah dibanding Negara lain di dunia. Turki secara keseluruhan telah menghabiskan sekitar 25 Milyar Dollar untuk menolong dan menampung pengungsi sejak awal Perang Sipil Suriah.

Turki memang Negara yang unik, jika bukan paradox. Sering dicibir oleh sebagian Negara Barat sebagai Negara miskin dan tak pantas masuk Uni Eropa, tapi Turki mampu menampung hampir 3 Juta pengungsi. Padahal seperti kata kelompok-kelompok ini sendiri, Turki memiliki Pendapatan Per Kapita hanya 11 Ribu Dollar AS, jauh dari rata-rata Uni Eropa maupun Amerika Utara yang sebesar 25-40  ribu Dollar per kapita. Wilayah Turki juga jauh lebih kecil dibanding wilayah Uni Eropa dan Amerika Utara.

Pemerintah Turki dan rakyatnya tidak mengeluh akan kehadiran pengungsi yang mencapai 3 juta. Sementara Eropa dengan ekonomi berkali-lipat serta wilayah lebih luas sudah tertatih-tatih menangani pengungsi yang jumlahnya 1.5 juta orang atau hanya setengah dari jumlah pengungsi di Turki. Penolakan atas penambahan pengungsi di daratan Eropa dan Amerika juga gencar, mereka menyebut pengungsi sebagai parasit.

Turki yang kerap disebut diktator terbukti memiliki jangkauan kemanusiaan dari wilayah muslim Mindanao di Filipina hingga Mogadishu di Somalia (Afrika). Turki yang sering disebut radikal ternyata tak segan memberi bantuan ke Sierra Leone di Afrika yang banyak non-muslimnya.

Mengapa Turki, yang bisa saja memilih untuk “mengurus urusan sendiri” malah memberi bantuan? Dan tak sekedar bantuan "ala kadarnya" tapi terbesar kedua di dunia?

"Jika Turki mengulurkan tangannya untuk orang-orang yang membutuhkan dari Filipina hingga Afrika hari ini, itu karena sejarah (Kekhilafan Islam), budaya dan agama kami," kata Wakil Perdana Menteri Turki Recep Akdag dalam acara World Humanitarian Day di ibukota Turki Ankara, Sabtu (19/8/2017).

Kepemimpinan Turki ingin menjadikan negeri mereka sebagai negeri dengan tangan di atas, bukan tangan di bawah.

Barakallah pemimpin Turki dan rakyatnya.

(Oleh Mohamad Radytio)