TAK SEGARANG WAJAHNYA


TAK SEGARANG WAJAHNYA

Siapa yang tak mengenal Umar bin Khattab, seorang jawara Quraisy dari suku Makhzum yang namanya selalu tergantung di dinding Ka'bah karena penghargaan selalu menjuarai pertandingan gulat, berpedang dan berkuda.

Perawakannya yang tinggi besar, rambut kepalanya sedikit, pandangannya tajam dan sifatnya yang tegas membuat semua orang segan dan cenderung takut padanya.

Suatu saat setelah Umar masuk Islam, para isteri Rasulullah saw sedang berada disekitar Rasulullah saw, begitu dari kejauhan Umar bin Khattab ra datang ke arah beliau, mereka berhamburan meninggalkan Rasulullah saw, melihat hal itu Rasulullah saw tersenyum dan mengatakan kepada Umar, "mereka takut dengan dirimu wahai Umar".

Setan sekalipun jika bertemu dengan Umar bin Khattab lebih memilih menghindar dan mencari jalan lain.

Tapi "segarang" itukah beliau? Seperti apa kebijakannya saat menjadi khalifah? Apakah sesangar perawakannya?

Siapa yang mengira di balik tampangnya yang "sangar" itu, beliau pernah pingsan saat tengah malam melewati rumah rakyatnya yang sedang sholat malam dan membacakan surat Ar Rahman, yang membuat sekujur tubuh Umar gemetaran lantaran ayat-ayat Al Quran yang dibacakan.

Siapa mengira di balik wajahnya yang "sangar", beliau pernah keluarkan "PERPU" pembatasan mahar, yang membuat seorang wanita berani datangi beliau dan memprotes "PERPPU" pembatasan mahar, dan akhirnya beliau mencabut "PERPU" tersebut karena menzalimi hak wanita akan mahar yang tak boleh dibatasi.

Siapa mengira di balik wajahnya yang "sangar", beliau menangis saat suatu malam blusukan dan menemui ada rakyatnya yang kelaparan sampai harus memasak batu. Umar langsung ke gudang baitul mal mengambil sekarung gandum dan dipikulnya sendiri sambil bercucuran air mata. Saat asistennya meminta dia yang memikul, Umar menjawab: "Jangan kau jerumuskan aku ke dalam neraka. Kau bisa menggantikanku mengangkat karung gandum ini, tetapi apakah kau mau memikul beban di pundakku ini kelak di Hari Pembalasan?"

Wajah dan kebijakan dua hal yang berbeda. Sebab terkadang wajah bisa menipu, namun kebijakan tak bisa di tipu.

Dibalik wajahnya yang sangar tersembunyi kelembutan dan keterbukaan dengan rakyatnya.

Saya dan mungkin juga anda tentu tidak berharap tertipu dengan penampilan, kadang bisa bertemu pemimpin dengan tipe "berwajah menghibur seperti Mr Bean, tapi hatinya sesangar Hitler".

Sebab merakyat atau diktator itu bukan di penampilan, tapi di kebijakan.

(Ustadz Syukri Wahid)